Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak menunjukkan informasi terkait fasilitas tenda jamaah calon haji Indonesia di Mina, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (23/5/2026) waktu setempat. Kementerian Haji dan Umrah mengecek secara langsung kesiapan layanan akomodasi di tenda Mina serta akses jalur pergerakan jamaah menuju Jamarat guna menjamin kelancaran dan kenyamanan saat puncak ibadah haji.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah tuntas. Menurut dia, seluruh jamaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal (menginap pada 11-12 Dzulhijjah) dan nafar tsani (menginap pada 11-13 Dzulhijjah) telah meninggalkan Mina.
Hal tersebut disampaikan Wamenhaj saat meninjau langsung proses akhir pergerakan jamaah haji Indonesia di Mina, Makkah, pada Sabtu(30/5/2026) yang bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 H.
“Hari ini adalah keberangkatan jamaah haji yang melakukan nafar tsani. Ini merupakan rombongan terakhir, setelah kemarin jamaah nafar awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jamaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik nafar awal maupun nafar tsani, sudah tuntas,”kata dia.
Wamenhaj menegaskan, pada pukul 15.00 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jamaah haji Indonesia sudah meninggalkan Mina. Seluruh tenda jamaah haji Indonesia di Mina juga sudah kosong dan tidak ada lagi jamaah yang tertinggal.
Menurut Wamenhaj, secara umum fase Armuzna tahun ini telah dilalui dengan baik. Ia menyebut terdapat sejumlah kemajuan layanan dan perubahan tata kelola yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Meski demikian, Wamenhaj mengakui masih terdapat sejumlah catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.
“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” kata Wamenhaj.

3 hours ago
2












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
