REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden China Xi Jinping menyatakan dukungan kepada Brasil untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaannya serta menolak campur tangan eksternal. Pernyataan itu disampaikan Xi dalam percakapan telepon dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva pada Senin (27/7/2026).
“China mendukung Brasil dalam menjaga kedaulatan dan kemerdekaannya serta menentang campur tangan eksternal,” kata Xi, sebagaimana dilaporkan kantor berita Xinhua, Senin.
Xi menilai Brasil memiliki kedudukan internasional dan pengaruh penting. Menurut dia, kemampuan Brasil menjaga kedaulatannya tidak hanya berhubungan dengan kepentingan nasional negara tersebut, tetapi juga berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas regional maupun global.
Namun, laporan resmi China tidak menyebut negara, pemerintahan, ataupun tindakan tertentu yang dimaksud dengan campur tangan eksternal. Beijing juga tidak secara terbuka mengaitkan pernyataan Xi dengan perselisihan terbaru antara Brasil dan Amerika Serikat.
Pernyataan Xi muncul ketika Brasil menghadapi peningkatan tekanan diplomatik, perdagangan, dan politik menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Reuters pada Sabtu (25/7/2026) melaporkan Brasil menolak permohonan visa dua pejabat Departemen Luar Negeri AS yang berencana berkunjung menjelang pemilu. Pejabat Brasil mencurigai kunjungan itu dapat digunakan untuk mempertanyakan sistem pemilu elektronik dan memengaruhi dinamika politik dalam negeri.
Dua pejabat tersebut adalah Asisten Menteri Luar Negeri AS Riley M Barnes dan Wakil Asisten Menteri Samuel Samson dari Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Tenaga Kerja. Pemerintah AS membantah tudingan campur tangan dan menyatakan agenda kunjungan tersebut berkaitan dengan nilai-nilai demokrasi serta integritas pemilu.
Ketegangan terjadi ketika Presiden Lula bersiap menghadapi persaingan dengan Senator Flávio Bolsonaro, putra mantan presiden Jair Bolsonaro. Flávio dikenal memiliki hubungan politik yang dekat dengan kelompok konservatif di AS dan mendapat dukungan dari Presiden Argentina Javier Milei.
Lula Kritik Tarif Amerika
Hubungan Brasil dengan Washington juga dibayangi perselisihan perdagangan. Dalam artikel opini yang diterbitkan The Washington Post dan dikutip Reuters pada Ahad (26/7/2026), Lula menyebut tarif baru AS terhadap produk Brasil sebagai langkah keliru dan tidak adil.
Menurut Lula, Washington mengenakan tarif tambahan sebesar 12,5 persen hingga 37,5 persen terhadap sejumlah barang Brasil. Kebijakan tersebut diberlakukan setelah Mahkamah Agung AS sebelumnya membatalkan tarif 50 persen yang pernah dikenakan terhadap produk asal Brasil.

1 hour ago
6






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)

