59 Kasus Kekerasan Perempuan-Anak Terjadi di Ponorogo Sepanjang 2025

2 hours ago 3

Dinsos Ponorogo catat 59 kasus kekerasan perempuan-anak sepanjang 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO, – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Ponorogo mencatat sebanyak 59 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang tahun 2025. Perempuan menjadi kelompok paling rentan mengalami kekerasan ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos P3A Ponorogo, Aida Fitria Miasari, menyatakan bahwa sebagian besar pelaku kekerasan berasal dari lingkungan terdekat korban, seperti keluarga atau relasi personal.

"Mayoritas pelaku masih berasal dari orang-orang terdekat korban," kata Aida di Ponorogo.

Menurut Aida, data yang tercatat belum sepenuhnya mencerminkan kondisi sesungguhnya karena banyak korban yang enggan melapor akibat rasa takut, malu, atau belum merasa aman.

Dinsos P3A juga menerima laporan mengenai kekerasan psikis, ekonomi, berlatar belakang agama, hingga kekerasan berbasis siber. Remaja putri menjadi salah satu kelompok paling rentan, terutama dalam relasi pacaran. "Dalam sejumlah kasus, korban mengalami tekanan hingga ancaman dari pelaku, termasuk pemaksaan untuk menuruti keinginan tertentu," tambahnya.

Upaya Sosialisasi dan Regulasi

Aida menambahkan bahwa Dinsos P3A terus melakukan sosialisasi hak perempuan dan kesetaraan gender dengan melibatkan tokoh masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih peka terhadap kasus kekerasan.

Dari sisi regulasi, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah memiliki peraturan daerah tentang pengarusutamaan gender, peraturan bupati terkait perlindungan perempuan dan anak, serta pencegahan perkawinan anak.

"Kami juga memaksimalkan fungsi P2TP2A agar korban mendapatkan pendampingan selama proses pemulihan, termasuk jika menempuh jalur hukum," ujarnya.

Dinsos P3A mengimbau korban kekerasan untuk segera melapor dan memanfaatkan layanan resmi yang tersedia di Kabupaten Ponorogo.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |