Akselerasi SPKLU Jadi Kunci Dekarbonisasi dan Target Ekonomi 8 Persen

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tenaga Ahli Menteri ESDM, Satya Hangga Yudha Widya Putra, meyakini bahwa masifnya keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) akan menjadi akselerator utama dalam mencapai target dekarbonisasi pemerintah.

Dalam pernyataannya di Jakarta, Ahad (18/1/2026), Hangga menilai SPKLU memiliki keunggulan fleksibilitas lokasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG), karena dapat dibangun di mana saja selama tersedia akses jaringan listrik.

"Saya berharap ekosistem ini terus dikembangkan guna mendukung target dekarbonisasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja ke SPKLU PLN di kawasan Braga, Bandung, Sabtu (17/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Hangga ini memberikan apresiasi atas agresivitas pembangunan infrastruktur kelistrikan di Jawa Barat, terlebih dengan pemanfaatan pasokan listrik yang kini sudah 33 persen bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Pertumbuhan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di Jawa Barat memang menunjukkan tren yang sangat kuat, di mana 22 persen dari total penjualan listrik nasional saat ini terkonsentrasi di wilayah kerja PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Hingga Desember 2025, PLN telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis, termasuk penyediaan unit ultra fast charging di seluruh rest area jalur Tol Trans-Jawa demi melayani mobilitas pengguna EV yang melakukan perjalanan lintas kota.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, Krisantus H. Setyawan, menjelaskan bahwa penambahan infrastruktur SPKLU merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap peta jalan dekarbonisasi yang dicanangkan pemerintah.

Menurut Krisantus, PLN tidak hanya menyediakan stasiun pengisian permanen, tetapi juga telah menyiapkan layanan "SPKLU Mobile" untuk membantu pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian terdekat.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bandung, Donna Sinatra, memaparkan bahwa hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 400.625 transaksi pengisian daya dengan total energi yang tersalurkan mencapai 9.481.373 kWh.

"Tren penggunaan energi listrik untuk kendaraan ini tumbuh signifikan hingga 298 persen dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya," ungkap Donna.

Sementara itu, Manajer Pelayanan Pelanggan PLN UID Jabar, Retna Arliana, mengungkapkan bahwa PLN secara konsisten melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman pelanggan di lapangan demi meningkatkan kualitas layanan.

Salah satu inovasi terbaru yang diluncurkan pada Desember 2025 adalah fitur "Antrean SPKLU" yang terintegrasi di dalam aplikasi PLN Mobile untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para pengguna.

"Fitur ini memungkinkan pengguna mendapatkan nomor antrean digital serta memantau status ketersediaan stasiun pengisian secara real-time melalui indikator warna," jelas Retna.

Hangga menambahkan bahwa kunjungan kerjanya juga bertujuan untuk memetakan serta memangkas hambatan birokrasi, guna memastikan iklim investasi di sektor ini tetap menarik dan tidak beralih ke negara lain.

"Dengan infrastruktur yang andal dan insentif kompetitif, kita harapkan masyarakat semakin terbiasa menggunakan kendaraan listrik guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan bagi masa depan Indonesia," pungkasnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |