Marketing DT Peduli 2
Info Terkini | 2026-08-10 09:34:25
DT Peduli dan NPC berkolaborasi salurkan Air Bersih untuk warga pengungsi Gaza (Sumber: DT Peduli)
DTPEDULI.ORG | GAZA - Sinar matahari musim panas membakar kawasan Gaza Utara tanpa ampun. Di antara puing-puing bangunan yang hancur dan debu tebal yang membumbung di udara, deretan jeriken plastik kuning dan putih tampak mengular panjang di atas tanah gersang, pada Senin (27/7/2026).
Potret kebahagiaan warga Gaza menyambut truk tangki berisi air bersih (Sumber: DT Peduli)
Ratusan warga, mulai dari anak-anak beralaskan sandal bahkan bertelanjang kaki hingga orang tua dengan wajah bergaris lelah, berdiri dalam antrean yang seolah tak bertepi. Siang itu, di tengah dahaga yang mencekik dan nestapa pengungsian, terpancar secercah senyum hangat. Mereka menyambut bahagia air bersih yang menjadi tumpuan kehidupan di antara reruntuhan Gaza.
Dahaga di Antara Puing dan Antrean Jeriken Lusuh
Krisis air bersih di Jalur Gaza telah mencapai titik yang sangat krusial. Rusaknya infrastruktur publik, hancurnya jaringan perpipaan, serta tingginya biaya untuk mendapatkan air layak minum memaksa ribuan keluarga pengungsi hidup dalam ketidakpastian. Di kamp-kamp darurat yang berdiri menempel pada reruntuhan gedung, air menjadi perjuangan antara hidup dan mati.
Di balik terik matahari yang menyengat, anak-anak Gaza tampil sebagai sosok-sosok tangguh. Tanpa mengeluh sedikit pun, tangan-tangan kecil mereka dengan cekatan mengangkat jeriken-jeriken yang telah terisi penuh. Beban air yang berat seolah tak menyurutkan langkah kaki mereka. Suka cita yang polos dan jujur terpancar jelas dari raut wajah anak-anak tersebut saat kran tangki air mulai mengucur deras.
Seorang bocah laki-laki dengan rambut ikal dan wajah berdebu tampak memeluk erat sebuah papan penanda bantuan. Di sampingnya, jeriken kuning lusuh yang terisi penuh air bersih menjadi harta paling berharga hari itu. Dengan polos dan penuh ketulusan, ia mengulurkan senyum mewakili beribu kata terima kasih.
"Terima kasih, Daarut Tauhiid!" seru anak kecil itu dengan mata berbinar.
Tak jauh dari sana, seorang anak perempuan, dengan senyum mengembang, menyapa para relawan kemanusiaan yang sedang bertugas.
"Terima kasih...terima kasih. Semoga Allah memberkahi kalian atas bantuan air bersih ini, semoga kalian bisa terus menyalurkannya untuk kami, selalu, dan selamanya," ucapnya dengan penuh kehangatan.
Semangat dan keteguhan tersebut tidak hanya datang dari anak-anak. Para orang tua di kamp pengungsian pun tak mau kalah. Dengan senyum merekah, mereka bahu-membahu mengangkut pasokan air menuju tenda-tenda keluarga, membawa pulang harapan baru untuk menyambung hidup.
Ikhtiar Kemanusiaan dari Al-Nafaq hingga Kamp Pengungsian
Kegiatan penyaluran air bersih ini merupakan hasil kolaborasi kemanusiaan antara DT Peduli dari Indonesia bersama Nusantara Palestina Center (NPC) dan Alsabil Welfare House (AWH) sebagai mitra pelaksana lokal di Gaza. Operasi kemanusiaan skala besar ini dirancang secara sistematis untuk memastikan air bersih dapat menjangkau wilayah-wilayah yang paling terisolasi dan terdampak parah.
Sejak fajar menyingsing, armada tangki air bergerak dari pabrik Air DT Peduli yang terletak di Jalan Al-Nafaq, kawasan Al-Wahaidy, Gaza City. Di titik pengisian ini, air difiltrasi dengan standar kelayakan minum sebelum diisikan ke dalam tangki-tangki stainless steel yang berkilau di bawah terik matahari.
Pada hari itu, sebanyak 22 armada truk tangki berkapasitas masing-masing 7 meter kubik (7.000 liter) dimobilisasi secara bertahap. Total sebanyak 154.000 liter air bersih berhasil didistribusikan dari pagi hingga petang, menjangkau sekitar 30.000 penerima manfaat di enam lokasi strategis, yakni Kamp Al-Wahaidy, Al-Tuffah, Sheikh Radwan, dan Al-Saftawi di wilayah Gaza City, serta Kamp Halawa dan Al-Faluja di wilayah Jabalia, Gaza Utara.
Penyaluran air bersih ini secara langsung meredakan beban ekonomi dan fisik keluarga pengungsi. Selain memenuhi kebutuhan mendasar untuk minum dan sanitasi, bantuan ini memungkinkan keluarga rentan mengalokasikan tabungan mereka yang sangat terbatas untuk kebutuhan mendesak lainnya, seperti makanan dan obat-obatan.
Kevin Akbar Pramadiva, Staf Overseas DT Peduli menjelaskan, penyaluran air bersih untuk warga Gaza akan dilakukan selama tujuh hari setiap bulan, dimulai dari Senin tersebut. Ia menyebut, sebelumnya, bantuan air sempat terhenti karena kondisi Gaza yang terus diserang.
"Kita sudah cukup lama tidak menyalurkan air bersih karena tidak memungkinkan. Alhamdulillah, Senin ini menjadi hari pertama menyalurkan air bersih kembali dari pabrik air DT Peduli. In syaa Allah, penyaluran akan dilakukan selama tujuh hari setiap bulannya," jelasnya sambil menunjukan kalender kemudian menandai tujuh hari pertama penyaluran dari akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Setetes Air dan Harapan untuk Palestina
Di balik kelancaran distribusi logistik air bersih, terdapat dedikasi luar biasa dari para relawan lapangan yang bertaruh tenaga di tengah situasi penuh risiko. Di depan tangki air berukuran besar yang terpasang spanduk bertuliskan "Air Bersih untuk Palestina", salah seorang relawan lokal menyampaikan pesan hangat dan doa mendalam:
"Allah Ta'ala berfirman: 'Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.' (QS. Al-Anbiya: 30). Serta mengamalkan sabda Nabi : 'Sebaik-baik sedekah adalah memberi minum air.'
Hari ini kami menyalurkan bantuan air minum untuk saudara-saudara kita para pengungsi di kamp-kamp kawasan Gaza Utara. Pertama-tama atas karunia Allah , kemudian atas dukungan dari Yayasan Daarut Tauhiid (Peduli).
Semoga Allah memberkahi mereka, memberikan balasan kebaikan yang terbaik, serta menjadikan amal kebaikan ini sebagai penolong (syafaat) bagi mereka kelak di hari kiamat."
Ungkapan tersebut menegaskan bahwa setiap tetes air yang mengalir di Gaza menjadi jembatan ukhuwah dan kasih sayang dari masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina. Kehadiran air bersih di tengah kamp pengungsian membawa kesegaran, kesehatan, dan kejernihan jiwa di tengah suasana keprihatinan yang mendalam.
Meskipun operasi hari pertama telah berhasil membawa kegembiraan bagi 30.000 jiwa, kebutuhan akan air bersih di Jalur Gaza masih sangat tinggi. Kerusakan infrastruktur yang masif menuntut ikhtiar bantuan ini untuk terus berlanjut secara berkesinambungan.
Sesuai dengan doa dan harapan polos anak-anak Gaza, kepedulian dari tanah air diharapkan akan terus mengalir, menjadi penopang kehidupan dan simbol persaudaraan yang terus menyala. (Agus ID)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

3 hours ago
3




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)







:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553455/original/015319200_1775973861-WhatsApp_Image_2026-04-12_at_12.56.06.jpeg)