Kasus Demam Kelinci Merebak di New York, Kenali Gejalanya

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Kasus tularemia, penyakit bakteri langka yang juga dikenal sebagai rabbit fever atau demam kelinci, kembali dilaporkan di New York, Amerika Serikat. Pejabat kesehatan Suffolk County mengonfirmasi kasus keempat penyakit tersebut di Long Island pada Kamis (6/8/2026).

Komisioner Suffolk County Department of Health Services (SCDHS), Dr. Gregson Pigott, mengatakan kasus terbaru merupakan infeksi tularemia. Meskipun tergolong langka, penyakit tersebut telah ditemukan di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Data setempat mencatat tiga kasus tularemia pada 2023, empat kasus pada 2024, dan enam kasus pada 2025. Tularemia merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Francisella tularensis. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penyakit ini umumnya menular melalui gigitan kutu atau deer fly yang sebelumnya mengisap darah hewan terinfeksi, seperti kelinci liar, terwelu, muskrat, dan hewan pengerat.

Selain melalui gigitan serangga, seseorang dapat terinfeksi ketika menangani jaringan hewan yang terinfeksi. Bakteri juga dapat masuk ke tubuh melalui debu atau aerosol yang terkontaminasi maupun konsumsi air yang tercemar.

Penyakit ini mendapat sebutan rabbit fever karena pemburu dapat terpapar bakteri ketika menangani, menguliti, dan membersihkan kelinci yang terinfeksi.

Gejala tularemia dapat berbeda tergantung cara bakteri masuk ke tubuh. Dikutip dari ABC News, Senin (10/8/2026), penyakit ini dapat menimbulkan kondisi ringan hingga mengancam jiwa.

Salah satu gejala yang umum adalah demam tinggi yang dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius. Gejala biasanya muncul tiga hingga lima hari setelah paparan, meskipun pada sejumlah kasus dapat muncul hingga tiga pekan kemudian.

Dokter Zoe Weiss, Direktur Clinical Microbiology Tufts Medical Center, mengatakan gejala awal tularemia dapat menyerupai flu berat, seperti demam mendadak, menggigil, sakit kepala, nyeri tubuh, dan kelelahan. Namun, terdapat tanda yang dapat menjadi petunjuk. Salah satunya luka atau borok pada lokasi gigitan yang disertai pembengkakan dan nyeri pada kelenjar getah bening di sekitarnya.

Read Entire Article
Food |