AS Evakuasi 9.000 Warganya dari Timteng, Uni Emirate Pulangkan 44 Ribu Pelancong

2 hours ago 1

REPUBLIKA, WASHINGTON — Amerika Serikat (AS) mengevakuasi sedikitnya 9.000 warga negaranya dari negara-negara Timur Tengah (Timteng). Evakuasi tersebut dilakukan menyusul masih berlangsungnya perlawanan balasan militer Republik Islam Iran ke negara-negara di Teluk Arab yang menjadi basis pangkalan militer AS.

Perlawanan balasan Iran itu, karena AS bersama-sama Zionis Israel melakukan agresi dengan menyerang langsung Teheran sejak Sabtu (28/2/2026) yang hingga kini berujung menjadi perang terbuka di Timteng.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan, evakuasi warga Paman Sam dilakukan setelah melihat eskalasi peperangan yang masih tinggi di kawasan itu. “Sekitar 9.000 warga Amerika telah dievakuasi dari Timur Tengah sejak dimulainya serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran,” begitu kata Rubio seperti dilansir dari Aljazirah, Rabu (4/3/2026). 

Sementara itu dari Abu Dhabi, pemerintah Uni Emirates Arab (UEA) memulangkan sebanyak 44.000 warga negara asing yang berstatus pelancong. Menteri Ekonomi dan Pariwisata UEA Abdullah bin Thauq al-Marri menyampaikan, pemulangan 44 ribu wisatawan itu dilakukan juga lantaran melihat kondisi perang Zionis-AS dengan Iran, yang berdampak ke negara itu. “Lebih dari 44.000 pelancong akan dipulangkan secara bertahap,” kata Thauq al-Marri seperti diberitakan Aljazirah.

Thauq al-Marri menyampaikan tahap pertama pemulangan para wisatawan warga asing tersebut, sebanyak 17.498 penumpang, dengan menggunakan operasional 60 kali penerbangan sipil nasional. “Tahap kedua, direncanakan untuk memungkinkan pemulangan terhadap lebih dari 27.000 penumpang dengan 80 penerbangan per hari,” begitu kata Thauq al-Marri.

Sementara itu, pemerintah Indonesia di Jakarta, melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, diberitakan telah memerintahkan untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran.

Perang terbuka antara Zionis-AS dengan Iran dimulai sejak Sabtu (28/2/2026). Zionis dan Paman Sam membombardir Teheran yang berujung pada syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, termasuk para jenderal dan petinggi-petinggi militer Iran. Penyerangan yang dilakukan AS-Israel, pun menyebar ke 24 provinsi di Iran. Sampai hari ketiga (3/3/2026) serangan yang dilakukan terhadap Iran, mencatatkan korban jiwa sedikitnya 750-an orang yang kebanyakan adalah warga sipil.  

Republik Islam Iran bertahan atas serangan itu, dan melakukan perlawanan dengan membalas penyerangan ke wilayah pendudukan Israel. Serangan balasan dari Iran, juga dengan mengirimkan drone-drone penyerbu serta rudal-rudal berdaya ledak besar ke pangkalan-pangkalan militer AS yang tersebar di wilayah Uni Emirates Arab (UEA), Qatar, Kuwait, dan juga di Arab Saudi.

Belakangan, negara-negara Arab yang wilayahnya dijadikan pangkalan militer AS untuk menyerang Iran, marah karena wilayahnya juga turut diserang Iran. Beberapa negara tersebut, bahkan mengancam akan ikut membantu AS dan Zionis Israel untuk menggempur Iran.

Read Entire Article
Food |