BBRI Masuk Rekomendasi IPOT Pekan Ini, Target Harga Rp3.030

13 hours ago 11

Warga mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu pilihan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) untuk perdagangan pekan ini. Rekomendasi tersebut didukung oleh aksi beli bersih (foreign net buy) investor asing sebesar Rp75,1 miliar pada perdagangan 26 Juni 2026 yang dinilai dapat mendorong penguatan harga saham dalam jangka pendek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu pilihan PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) untuk perdagangan pekan ini. Rekomendasi tersebut didukung oleh aksi beli bersih (foreign net buy) investor asing sebesar Rp75,1 miliar pada perdagangan 26 Juni 2026 yang dinilai dapat mendorong penguatan harga saham dalam jangka pendek.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menjelaskan secara teknikal pergerakan saham BBRI masih menunjukkan tren yang cukup kuat. Menurut dia, saham emiten perbankan tersebut mampu bertahan di atas area Exponential Moving Average (EMA) 5, sementara indikator Live Action Done Indicator (LADI) mengindikasikan masih berlangsungnya akumulasi saham.

"Sentimen positif ini kian diperkuat oleh data broker summary per 26 Juni 2026 yang mencatat aksi akumulasi asing (foreign net buy) mencapai Rp75,1 miliar, menandakan kembalinya minat pemodal besar yang dapat memicu technical rebound," kata Brigita dalam riset yang diterima, Senin (29/6/2026).

Berdasarkan analisis tersebut, IPOT merekomendasikan investor membeli saham BBRI pada kisaran harga Rp2.830-Rp2.850 per saham. Target harga dipatok di level Rp3.030 per saham, dengan batas pengendalian risiko (stop loss) di level Rp2.740 per saham.

Di sisi lain, Brigita mengingatkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan. Menurut dia, IHSG masih berada dalam tren turun (downtrend) jangka menengah dan berpotensi menguji area support di kisaran 5.700-5.800 pada perdagangan pekan ini.

Sepanjang perdagangan 22-26 Juni 2026, IHSG tercatat melemah 4,55 persen. Pelemahan tersebut dipengaruhi oleh aksi jual bersih investor asing di pasar reguler yang mencapai Rp3,19 triliun, di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap berbagai sentimen global maupun domestik.

Selain BBRI, IPOT juga memasukkan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ke dalam daftar rekomendasi perdagangan pekan ini. Bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi investasi, IPOT turut merekomendasikan reksa dana saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD).

Read Entire Article
Food |