Beda dengan Piala Dunia Qatar, FIFA Izinkan Bendera LGBT Masuk Stadion, Abaikan Protes Mesir-Iran

8 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID,SEATTLE — Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menolak permintaan Iran dan Mesir untuk melarang pengibaran bendera pelangi dalam laga Piala Dunia yang mempertemukan kedua negara di Seattle pada Jumat waktu setempat. Penolakan ini tetap dilakukan meskipun kedua negara secara tegas keberatan dengan adanya perayaan bertema Pride lokal yang dikaitkan dengan pertandingan tersebut.

FIFA mengungkap, bendera simbol kelompok LGBTQ+ tersebut tetap diizinkan masuk ke seluruh pertandingan Piala Dunia berdasarkan Kode Etik lembaga. Kebijakan ini berbeda dengan aturan ketat yang sempat diterapkan pada turnamen Piala Dunia 2022 di Qatar lalu. Kendati FIFA menyatakan tidak terlibat langsung dalam rangkaian acara kota tersebut, mereka memastikan bendera pelangi tidak akan dilarang di dalam stadion.

Dengan keputusan ini, atribut pelangi dipastikan dapat dibawa masuk oleh penonton ke dalam stadion saat Iran berhadapan dengan Mesir dalam laga yang kini memicu kontroversi dan dijuluki sebagai "Pride Match" di Seattle, lapor France24.

Pertandingan tersebut kebetulan dijadwalkan bersamaan dengan akhir pekan perayaan Pride tahunan di Seattle. Komite panitia lokal di kota tersebut mempromosikan laga ini sebagai bagian dari acara bertema Pride. Meskipun komite lokal beroperasi secara independen dari FIFA, rencana tersebut memicu ketidaknyamanan bagi Iran dan Mesir, dua negara mayoritas Muslim yang secara hukum mengriminalisasi hubungan sesama jenis.

Federasi sepak bola Iran maupun Mesir dilaporkan telah melobi FIFA agar menjauhkan segala bentuk asosiasi antara pertandingan tersebut dengan perayaan LGBTQ+, termasuk pelarangan pengibaran bendera pelangi di dalam stadion.

Pihak Mesir menyatakan penolakannya terhadap "segala aktivitas yang berkaitan dengan dukungan terhadap homoseksualitas." Mereka berargumen bahwa demonstrasi simbolis semacam itu bertentangan dengan nilai-nilai budaya kawasan mereka, serta mencederai tradisi FIFA yang seharusnya menyediakan lingkungan olahraga yang netral.

Senada dengan Mesir, Iran juga menyampaikan kekhawatiran serupa dan menegaskan bahwa pandangan kedua federasi mencerminkan nilai-nilai budaya dan agama yang dianut oleh masyarakat mereka.

Read Entire Article
Food |