Belajar Mengaji di Usia Senja, Kisah Kasniti Terbata-bata Baca Alquran di Pesantren Kilat Ramadhan

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Lantunan suara Alquran langsung terdengar saat memasuki Saung Belajar Lansia di Desa Tegalurung, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (5/3/2026). Suara tersebut berasal dari puluhan lansia yang sedang mengikuti Pesantren Kilat Ramadhan di tempat tersebut. 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Zakat melalui program Desa Ramah Lansia itu diikuti sekitar 45 orang. Mereka berasal dari berbagai RW di Desa Tegalurung.

Dari seluruh peserta itu, hanya separuhnya yang sudah lancar membaca Alquran. Mereka pun duduk bersimpuh membentuk lingkaran dan mengaji bersama-sama.

Sedangkan separuh lainnya, belum bisa membaca Alquran sehingga diajari membaca buku Iqro. Ada yang sudah tingkatan Iqro tiga sampai Iqro enam, namun adapula yang masih sebatas Iqro satu dan Iqro dua.

Walau demikian, para lansia yang baru belajar membaca Iqro itu tak kalah semangatnya dengan mereka yang sudah bisa mengaji dengan lancar. Mereka rela mengantri untuk mendapat giliran diajari membaca Iqro.

Meski terbata-bata dan dengan ingatan yang sudah melemah dan penglihatan yang kurang, mereka tetap berusaha mengeja huruf demi huruf Hijaiyah yang diajarkan oleh Relawan Inspirasi Rumah Zakat, Lastri Mulyani. “A, ba, a, ba, ta, ta, ba, a,” ucap seorang lansia bernama Kasniti (75), saat membaca Iqro yang ada di hadapannya.

Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai pencari rongsokan itu mengaku tidak bisa membaca Alquran. Karena itu, ia sangat bersemangat mengikuti Pesantren Kilat Ramadhan untuk belajar mengaji. 

“Dari dulu gak bisa baca Alquran, jadi ngajinya Iqro. Di sini bisa sedikit-sedikit, belajar,” ucap Kasniti, yang sudah mengikuti kegiatan pesantren kilat setiap tahunnya. 

Kasniti mengaku tidak malu belajar mengaji di usianya yang sudah senja. Ia mengaku senang diajari mengaji dan berharap bisa mengaji.

“Kalau gak diajari, ya gak bisa,” tuturnya.

Kasniti mengaku, meski tak bisa mengaji, namun ia tak pernah melewatkan sholat lima waktu setiap harinya. Ia berharap, setelah nanti bisa mengaji, maka bisa semakin meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT.

Read Entire Article
Food |