Seblak. Hingga kini belum ada jurnal ilmiah yang membuktikan bahwa konsumsi seblak secara spesifik dapat menyebabkan kista ovarium.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah video viral di TikTok menunjukkan seorang perempuan dengan perut besar seperti hamil, namun ternyata mengalami kista ovarium. Menurut perempuan muda tersebut, kista yang dialaminya disebabkan terlalu sering menyantap seblak. Lantas benarkah makan seblak berlebihan bisa picu kista ovarium?
Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr I Gusti Ayu Sri Darmayani SpOG, mengungkapkan hingga kini belum ada jurnal ilmiah yang membuktikan bahwa konsumsi seblak secara spesifik dapat menyebabkan kista ovarium. Menurutnya, kista ovarium merupakan kondisi yang multifaktor dan lebih banyak berkaitan dengan gangguan hormonal, proses ovulasi, faktor genetik, inflamasi, dan kondisi metabolik tubuh.
Meski demikian, ia menekankan bahwa pola makan rendah serat, tinggi lemak jenuh, serta sering mengonsumsi makanan ultra proses berkaitan dengan peningkatan peradangan sistemik yang bisa mempengaruhi fungsi ovarium. "Memang pola makan tinggi makanan olahan dan rendah serat, tinggi lemak jenuh, tinggi gula sederhana, tinggi natrium, serta makanan uitra-proses berhubungan dengan peningkatan peradangan sistemik dan stres oksidatif yang dapat memengaruhi fungsi ovarium," kata dr Sri saat dihubungi Republika, Rabu (20/5/2026).
la mengungkapkan faktor pemicu kista ovarium paling sering adalah karena gangguan hormonal dan ovulasi. Pada siklus menstruasi normal, folikel di ovarium akan matang lalu pecah untuk melepaskan sel telur. Apabila folikel gagal pecah atau gagal mengecil setelah ovulasi, cairan dapat menumpuk dan membentuk kista fungsional.
Faktor pemicu lainnya meliputi obesitas, pola makan ultraproses, tinggi gula dan lemak, jaringan lemak berlebih dapat mengganggu metabolisme hormon reproduksi, meningkatkan inflamasi kronis, dan memperburuk resistensi insulin sehingga memengaruhi fungsi ovarium.

8 hours ago
8















































