Tak Cuma Menabung, Ini Cara Jaga Keuangan di Tengah Gejolak Global

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dinamika ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan dinilai membuat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial jangka panjang semakin meningkat. Pelemahan nilai tukar rupiah, tekanan pasar saham, hingga ketidakpastian geopolitik global dinilai menjadi pengingat pentingnya kesiapan finansial keluarga.

PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi Indonesia Financial Group (IFG), menilai masyarakat perlu memperkuat fondasi keuangan agar lebih siap menghadapi perubahan ekonomi jangka pendek maupun panjang.

Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan, kondisi ekonomi dan pasar keuangan akan terus bergerak dinamis sehingga masyarakat perlu memiliki perencanaan finansial yang lebih matang.

“Kondisi ekonomi dan pasar keuangan pada dasarnya akan selalu bergerak dinamis. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesiapan finansial yang lebih baik agar tidak mudah terdampak oleh perubahan jangka pendek. Perencanaan keuangan yang sehat dan perlindungan yang tepat menjadi penting untuk membantu menjaga stabilitas finansial keluarga,” ujar Gatot dalam keterangannya, Kamis (22/5/2026).

Laporan Macroeconomic Monitor April 2026 yang disusun IFG Progress bersama Bahana Sekuritas dan Bahana TCW Investment Management mencatat konsumsi domestik Indonesia masih relatif resilien. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia tercatat berada pada level optimistis sebesar 122,9 pada Maret 2026 meski sedikit melambat dibanding bulan sebelumnya.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 melandai menjadi 2,42 persen secara tahunan dan tetap berada dalam rentang sasaran Bank Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan daya tahan konsumsi masyarakat masih cukup terjaga meskipun tantangan ekonomi dan kenaikan biaya hidup di sejumlah sektor masih berlangsung.

Di sisi lain, inflasi sektor kesehatan dan kebutuhan rumah tangga dinilai tetap menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan tekanan pengeluaran masyarakat dalam jangka panjang. Risiko kesehatan maupun kehilangan penghasilan juga dinilai dapat berdampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarga apabila tidak diantisipasi sejak dini.

“Perlindungan bukan hanya berbicara tentang manfaat finansial, tetapi juga tentang rasa aman dan kesiapan menghadapi berbagai tahap kehidupan. Ketika kondisi ekonomi berubah cepat, masyarakat yang telah memiliki perencanaan keuangan dan proteksi yang baik cenderung lebih siap menghadapi berbagai situasi,” kata Gatot.

IFG Life menyatakan terus menghadirkan layanan perlindungan jiwa dan kesehatan untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas finansial di berbagai fase kehidupan, mulai dari perlindungan kesehatan, pendidikan anak, hingga persiapan masa pensiun.

Perusahaan menilai pengelolaan risiko dan perlindungan finansial menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika ekonomi global dan kenaikan biaya hidup yang terus berkembang.

Read Entire Article
Food |