Bonus Negara Dongkrak Kesejahteraan Atlet, Menpora Erick: Bukti Nyata Kehadiran Negara

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan atlet melalui pemberian bonus atas prestasi dalam berbagai ajang internasional. Kebijakan ini dinilai mampu mengubah paradigma lama bahwa masa depan atlet kerap suram setelah pensiun.

Melalui bonus dengan nilai signifikan, para atlet kini memiliki peluang lebih besar untuk menata kehidupan jangka panjang, mulai dari menabung, berinvestasi, hingga membangun usaha. Tak hanya atlet, keluarga mereka pun turut merasakan dampak positif dari kebijakan tersebut.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menghargai perjuangan atlet.

“Para atlet adalah putra-putri terbaik yang pada saat pertandingan bukan hanya berjuang habis-habisan untuk mendapatkan gelar juara, tapi juga bertekad mengangkat nama bangsa di panggung internasional, menunjukkan kedigdayaan Indonesia di mata dunia. Seperti yang selalu dikatakan oleh Presiden Prabowo, bahwa atlet adalah aset bangsa yang harus kita hargai dan apresiasi pengorbanannya,” ujar Erick.

Ia menegaskan, negara akan selalu hadir dalam kehidupan para atlet. Bukan hanya saat seremoni pemberangkatan kontingen atau saat pengalungan medali saja.

Pemerintah selalu di belakang atlet untuk mendukung, membina dan mengupayakan kesejahteraan hidup mereka. Bonus yang diberikan pemerintah bukan sekedar simbol, melainkan bukti nyata penghormatan negara kepada jasa dan jerih payah mereka.

"Kami memastikan bahwa keringat yang mereka keluarkan akan mengantarkan para atlet kepada masa depan yang lebih baik,” imbuh Menpora.

Sejumlah atlet telah merasakan langsung manfaat kebijakan tersebut. Lifter Eko Yuli Irawan, misalnya, memanfaatkan bonus dari berbagai ajang internasional untuk meningkatkan taraf hidup keluarga. Ia membelikan sawah bagi ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai penarik becak, serta mendirikan tempat latihan angkat besi guna mendukung regenerasi atlet.

Hal serupa juga dilakukan karateka Leica Al Humaira Lubis yang berhasil mewujudkan impian membahagiakan keluarga dengan membeli rumah dari bonus medali emas SEA Games 2025.

Sementara itu, atlet hoki putra Revo Prilianto memilih mengalokasikan bonusnya untuk investasi emas dan dana pendidikan anak. Adapun atlet para-powerlifting Ni Nengah Widiasih memanfaatkan bonus Paralimpiade untuk membuka usaha kuliner di kampung halamannya, sekaligus menciptakan lapangan kerja.

Kisah-kisah tersebut menjadi bukti nyata bahwa bonus tidak hanya berdampak pada kesejahteraan individu, tetapi juga memberi efek berganda bagi lingkungan sekitar.

Menpora Erick pun mengingatkan agar para atlet bijak dalam mengelola bonus yang diterima, dengan mengutamakan kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan, pengembangan diri, tabungan, dan investasi.

“Alhamdulillah puji syukur tak terkira saat mendengar cerita dari Eko Yuli, Leica, Revo ataupun Ni Nengah Widiasih, kehidupan mereka membaik berkat kerja keras yang tak pernah henti. Mereka juga memberikan contoh bagaimana pemanfaatan bonus dengan bijak dan berorientasi pada masa depan, bukan hanya memuaskan kesenangan sesaat. Apa yang mereka lakukan bisa menjadi inspirasi atlet lainnya dalam mempersiapkan masa depan,” kata Erick.

Read Entire Article
Food |