Proses pembuatan dan penyajian bubur india di Masjid Djami Pekojan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026). Bubur tersebut hanya disajikan setiap Ramadhan dan dibagikan gratis untuk jamaah.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sudah 12 tahun, Ahmad Pasrin (55 tahun) menjadi juru masak bubur india di Masjid Djami’ Pekojan (MDP), Kota Semarang, Jawa Tengah. Bubur tersebut adalah sajian khas yang dibagikan takmir MDP kepada jamaah maupun warga setiap menjelang iftar selama Ramadhan.
Selepas zhuhur, Pasrin bersama beberapa anggota takmir MDP memulai proses pembuatan bubur india di area belakang MDP. Bahan baku bubur tersebut terdiri atas beras, santan, bawang merah dan bawang putih, kayu manis, serai, jahe, daun salam, daun pandan, serta garam. Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam sebuah periuk logam berukuran besar.
Periuk itu lantas diletakkan di atas sebuah tungku batu. Untuk proses memasak bubur India, pengurus MDP masih memanfaatkan kayu bakar. Dengan menggunakan sebuah lesung kayu, Ahmad Pasrin kemudian mengaduk seluruh bahan yang telah tercampur di dalam periuk hingga mengental.
Pasrin mengungkapkan, proses memasak bubur india memakan waktu sekitar 1,5 jam. Seluruh prosesnya dimulai selepas zhuhur dan tuntas menjelang ashar.
Menurut Pasrin, pada masa awal Ramadhan, beras yang digunakan untuk membuat bubur India mencapai 20-an kilogram. Hal itu karena banyak jamaah dan warga yang datang untuk menikmati bubur tersebut. Sementara memasuki pertengahan Ramadhan, bahan baku beras biasanya dikurangi menjadi 17-an kilogram.
“Kalau untuk yang buka (puasa) di sini (MDP) disiapkan sekitar 200-an porsi. Nanti ada orang yang datang untuk minta dan dibawa pulang, itu dikasih juga,” ungkap Pasrin ketika ditemui Republika di sela-sela kegiatannya membuat bubur india di MDP pada Jumat (6/3/2026).

13 hours ago
5






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)
















