Sejumlah petani menurunkan beras dari atas mesin pemanen di areal persawahan Desa Lebo jaya, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Rabu (29/10/2025). Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara telah menyerap sekitar 15 ribu ton gabah kering panen (GKP) hingga Oktober 2025 serta meminta para mitra membeli gabah petani sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar kesejahteraan petani semakin meningkat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Sulawesi Tenggara menjelang akhir tahun 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menargetkan penyerapan beras lokal sebanyak 11.000 ton pada 2026 guna menjaga ketersediaan stok dan stabilitas pangan di wilayah tersebut.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri, di Palu, Minggu, mengatakan pengadaan beras dilakukan melalui dua skema, yakni pembelian gabah kering panen (GKP) dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan pembelian beras dengan harga Rp12.000 per kilogram.
Menurut Jusri, target penyerapan tersebut terus ditingkatkan melalui sosialisasi kepada petani. Selama ini, kata dia, petani di Sulawesi Tengah masih lebih banyak menjual hasil panen dalam bentuk beras, padahal Bulog juga membuka penyerapan gabah.
“Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah memiliki potensi penyerapan gabah. Namun, dalam waktu dekat Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dahulu memasok gabah ke Bulog,” ujarnya.
Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga menaikkan target penyerapan jagung pada 2026. Jika pada tahun sebelumnya penyerapan jagung hanya sekitar 200 ton, tahun ini targetnya meningkat signifikan menjadi 3.000 ton.
Harga pembelian jagung di tingkat petani ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18 hingga 20 persen. Sementara jagung dengan kadar air maksimal 14 persen diserap dengan harga Rp6.400 per kilogram dan langsung disimpan di gudang Bulog.
“Penyerapan hasil pertanian ini kami lakukan secara konsisten sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah,” kata Jusri.
Ia berharap target penyerapan jagung dapat tercapai seiring kondisi harga yang dinilai cukup baik serta meningkatnya harapan petani agar Bulog dapat menyerap hasil panen mereka.
“Saat ini sudah ada mitra dari wilayah Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, yang menghubungi kami dan siap memasok stok jagung ke Bulog. Kami berharap daerah lain juga menyusul,” ujarnya.
sumber : Antara

2 hours ago
4












































