REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Peneliti Center for Sharia Economic Development Institute for Development of Economics and Finance (CSED Indef) Handi Risza Idris menilai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) perlu berperan dalam mengembangkan Kawasan Industri Halal (KIH). Menurutnya, Danantara bisa menjadi salah satu sumber pembiayaan yang memadai untuk pengembangan KIH, sebagai upaya menguatkan ekosistem halal di Indonesia.
“Menurut hemat saya, membangun kawasan khusus industri halal juga bisa dikembangkan oleh Danantara,” ujar Handi dalam diskusi publik Indef bertajuk ‘Menakar Potensi Danatara sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia’ yang digelar secara daring, Ahad (30/11/2025).
Ia menerangkan, sejauh ini sudah terbangun sebanyak tiga KIH. Yakni Halal Industrial Park Sidoarjo, Modern Halal Valley Cikande, dan Bintan Inti Halal Hub. Ketiga KIH tersebut dinilai bisa menjadi piloting perkembangan industri halal.
“Kalau ini bisa berkembang, bisa didukung dengan baik, memberikan satu kontribusi terhadap terhadap perekonomian nasional. Sudah selayaknya juga, Danantara melihat ini sebagai sebuah peluang untuk dikembangkan,” terangnya.
Handi menekankan, potensi pengembangan KIH tidak hanya terbatas sebagai kawasan industri saja, melainkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kawasan berikat, pusat logistik berikat, kawasan perdagangan bebas, dan bahkan pelabuhan bebas.
“Bisa kita bayangkan ada satu wilayah nantinya di Indonesia, akan menjadikan perdagangan bebas khusus produk-produk halal. Jadi, misalnya memiliki kawasan perdagangan bebas, pusat logisti, dan juga ada industri keuangan yang medukung, itu full ekosistem halal yang bekerja. Kita bisa bayangkan, kalau itu bisa kita terapkan, tentu akan memberikan dampak yang luar biasa,” kata dia.
Hal itu, lanjut Handi, tentunya perlu dukungan Pemerintah. Selain regulasi, juga diperlukan insentif, salah satunya insentif fiskal seperti tax holiday atau penerapan tarif khusus yang memberikan keringanan untuk bisa mengembangkan industri halal di KIH yang ada di Indonesia.
“Jadi, sebenarnya peluangnya sudah terbentang luas, tinggal bagaimana meyakinkan Danantara bahwa ini menjadi bisnis masa depan, yang bisa dikembangkan untuk dibiayai. Kalau ini bisa kita wujudkan, kita kembangkan, apalagi sebentar lagi kita punya Kampung Haji di Saudi Arabia, ini juga menjadi satu potensi yang bisa terus berkembang,” katanya.

1 hour ago
1
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)








