Mentan Percepat Layanan Ekspor Unggas dalam 1x24 Jam

3 hours ago 1

Mentan upayakan layanan dukungan ekspor tak lewat 1x24 jam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengupayakan percepatan layanan dukungan ekspor tidak melebihi 1x24 jam untuk meningkatkan legalitas dan daya saing pelaku usaha nasional di pasar global. Langkah ini diambil setelah pelepasan ekspor unggas dan produk turunannya sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste, Selasa (3/3).

Amran menegaskan bahwa proses administrasi harus cepat dan transparan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pelaku usaha, petani, dan peternak. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pelayanan publik dan pergerakan ekonomi.

Layanan legalitas ekspor dikeluarkan melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan berupa Sertifikat Veteriner (SV), yang menjamin kesehatan hewan atau keamanan produk hewan yang akan dilalulintaskan. Dukungan ini memungkinkan sertifikat diterbitkan dalam waktu satu hari.

Dukungan Pelaku Usaha

Empat perusahaan nasional, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, PT Taat Indah Bersinar, dan PT Malindo Food Delight, kini lebih percaya diri menembus pasar global berkat percepatan layanan. Direktur Charoen Pokphand Jaya Farm, Jusi Jusran, mengapresiasi kemudahan layanan ekspor yang memungkinkan pengiriman harian.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk mengekspor enam ton produk filet ayam siap saji ke Singapura senilai Rp1 miliar. Rachmat Indrajaya dari Japfa Comfeed menyebut Kementerian Pertanian sangat mendukung dengan cepatnya proses perizinan.

Di sisi lain, PT Malindo Food Delight kini sudah mengirim produk olahan ke Jepang, Singapura, dan Timur Tengah. Joni Mudika mengaku mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian, sementara PT Taat Indah Bersinar menilai pelayanan ekspor kini jauh lebih cepat.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |