REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebagian besar kasus osteoporosis di Indonesia masih baru terdeteksi setelah pasien mengalami patah tulang. Kondisi tersebut mendorong Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) memperkuat peran dokter umum di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) agar mampu melakukan deteksi dini dan pencegahan sebelum terjadi komplikasi.
Ketua Umum PB PEROSI, Dr. dr. Tirza Z. Tamin, SpKFR, M.S(K), FIPM(USG), mengatakan peningkatan kompetensi dokter umum menjadi salah satu fokus organisasi. PEROSI menggelar pelatihan bagi dokter di puskesmas dan klinik agar mampu mengenali faktor risiko, melakukan skrining, hingga memberikan penanganan awal osteoporosis.
"Dokter di FKTP merupakan garda terdepan. Mereka harus mampu menegakkan diagnosis melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, melakukan skrining, memberikan edukasi, hingga penanganan awal sebelum pasien dirujuk ke FKRTL jika memang diperlukan," ujar Tirza dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Sebelumnya, pelatihan serupa telah diberikan kepada 10 organisasi profesi dokter spesialis yang terlibat dalam penanganan osteoporosis, antara lain penyakit dalam, ortopedi, radiologi, obstetri dan ginekologi, neurologi, gizi klinik, farmakologi klinis, kedokteran fisik dan rehabilitasi, serta kedokteran olahraga.
Ketua Bidang 2 PB PEROSI, Dr. Faisal Parlindungan, SpPD-KR, mengatakan deteksi dini menjadi kunci karena osteoporosis umumnya tidak menimbulkan gejala hingga penderita mengalami patah tulang.
"Osteoporosis itu penyakit tanpa gejala. Gejalanya baru muncul ketika sudah patah tulang. Karena itu kita jangan menunggu sampai pasien mengalami fraktur baru dilakukan pemeriksaan," katanya.
Menurut Faisal, PEROSI telah berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk memasukkan kuesioner skrining osteoporosis ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kuesioner yang terdiri atas 19 pertanyaan tersebut dapat diisi dalam waktu sekitar satu menit.
Apabila hasil penilaian menunjukkan skor lima atau lebih, pasien dinilai memiliki risiko tinggi mengalami osteoporosis sehingga perlu dirujuk menjalani pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD) untuk mengetahui kepadatan tulang.
Sekretaris 2 PB PEROSI, Dr. Clements, SpKFR, menilai dokter umum memiliki posisi strategis karena menjadi tenaga kesehatan yang pertama kali berinteraksi dengan masyarakat.
"Walaupun dokter umum, bukan berarti perannya tidak penting. Justru mereka memegang peranan yang sangat besar untuk deteksi dini, pencegahan, dan memastikan tidak terjadi komplikasi akibat osteoporosis," ujarnya.
PEROSI juga mengingatkan tingginya beban osteoporosis di Indonesia. Secara global, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia di atas 50 tahun diperkirakan mengalami osteoporosis. Di Indonesia, prevalensi penyakit tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 persen.
Di sisi lain, upaya deteksi dini masih menghadapi keterbatasan fasilitas pemeriksaan. Tirza mengatakan hingga kini baru sekitar 75 rumah sakit di Indonesia yang memiliki alat pemeriksaan Bone Mineral Density (BMD).
Selain memperkuat deteksi dini, PEROSI terus mendorong pengembangan Fracture Liaison Service (FLS) di rumah sakit. Layanan tersebut bertujuan mencegah pasien yang telah mengalami patah tulang agar tidak mengalami fraktur berulang melalui pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis, perawat, hingga layanan homecare.
PEROSI juga mengingatkan perubahan gaya hidup masyarakat berpotensi meningkatkan risiko osteoporosis pada usia yang lebih muda. Karena itu, upaya pencegahan melalui deteksi dini, edukasi, dan penguatan layanan kesehatan primer dinilai menjadi langkah penting untuk menekan angka patah tulang akibat osteoporosis.

9 hours ago
6



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509281/original/071189200_1771674324-pexels-cottonbro-5712686.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518113/original/047179400_1772464159-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_18.43.33.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)
