Di Tengah Kisruh Internal, Gus Yahya Siapkan Peta Jalan NU 2025-2050

59 minutes ago 1

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengumumkan rotasi Syaifullah Yusuf dari jabatan sekjen PBNU menjadi Ketua PBNUselepas rapat Tanfidziyah yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — KH Yahya Cholil Staquf menyiapkan draf awal peta jalan Nahdlatul Ulama 2025-2050 yang menjadi rancangan transformasi jangka panjang untuk memastikan agar organisasi mampu merespons tantangan perubahan peradaban global. Pernyataan ini disampaikan tokoh yang akrab disapa Gus Yahya tersebut di tengah memanasnya polemik di tubuh Nahdliyin menyusul pemberhentian terhadap Gus Yahya yang dilakukan pihak Syuriyah PBNU.

Gus Yahya menjelaskan, peta jalan tersebut merupakan hasil kerja tim khusus yang telah dibentuk sebelumnya. Draf awal memuat kerangka konseptual mengenai arah perubahan organisasi dan cara NU meningkatkan kualitas khidmah di tengah dinamika global.

“Transformasi Jam’iyyah NU diperlukan agar kita naik kelas dalam memberikan layanan dan kebermanfaatan. Tantangan-tantangan ke depan tidak sederhana dan NU harus siap dengan agenda perubahan yang jelas,” ujar dia di Jakarta, Ahad (30/11/2025).

Menurut dia, penyusunan visi jangka panjang tersebut berangkat dari kesadaran bahwa dunia sedang memasuki fase peradaban baru. Perubahan sosial, teknologi, hingga pola interaksi masyarakat berlangsung semakin cepat dan berdampak langsung pada kehidupan umat.

“Kita menghadapi kondisi di mana perubahan besar menyentuh aspek-aspek mendasar kehidupan masyarakat. NU sebagai organisasi Muslim terbesar dunia harus memiliki wawasan yang tajam dan idealisme yang kokoh dalam menyongsong peradaban baru itu,” kata Gus Yahya.

Visi utama dalam peta jalan NU 2025–2050 digambarkan sebagai upaya menjadikan NU sebagai jam’iyyah Islam ahlussunnah wal jamaah yang mampu memimpin lahirnya peradaban baru berbasis akhlak, ilmu pengetahuan, teknologi, dan keadilan sosial.

Road map ini dirancang untuk menghasilkan jam’iyyah yang tak hanya mengikuti arus zaman, tetapi ikut memimpin dan membentuk arah peradaban atas dasar akhlakul karimah, ilmu, teknologi, dan keberpihakan pada keadilan sosial,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya juga menegaskan seluruh orientasi perubahan tersebut tetap berakar kuat pada nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah sebagai fondasi, sekaligus moral kompas NU.“Pemikiran tersebut juga selaras dengan komitmen NU memperkuat peran dalam membangun dunia yang damai, inklusif, dan berkeadilan bagi semua,” ujar dia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |