Digital Edge Kantongi Pembiayaan Hijau 665 Juta Dolar untuk Kampus Data Center CGK 500MW

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA - Digital Edge mengumumkan keberhasilan penutupan pembiayaan hijau senilai 665 juta dolar AS untuk mendukung pengembangan fase pertama dari Kampus CGK berkapasitas 500MW di Kawasan Industri GIIC, Bekasi.

Investasi ini merupakan bagian dari rencana pembangunan multi‑fase senilai 4,5 miliar dolar AS, yang menjadikan CGK sebagai salah satu kampus pusat data hyperscale AI terbesar di Indonesia. Pembiayaan tersebut dilakukan di bawah Kerangka Pembiayaan Hijau (Green Financing Framework) milik Digital Edge dan merupakan pembiayaan hijau terbesar yang pernah diamankan untuk proyek pusat data di Indonesia.

Infrastruktur Digital dan Pembiayaan Berkelanjutan

Indonesia saat ini berada pada fase percepatan transformasi digital, dengan permintaan terhadap kapasitas pusat data, layanan cloud, dan infrastruktur AI yang terus meningkat. Pembiayaan hijau berskala besar seperti ini mendukung penerapan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) serta komitmen Indonesia menuju Net Zero 2060, Selain itu juga memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi digital nasional yang semakin signifikan.

Nilai pembiayaan yang setara lebih dari Rp 10 triliun ini memperlihatkan meningkatnya kepercayaan lembaga keuangan global dan nasional terhadap potensi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekosistem digital berkelanjutan di kawasan.

Desain Ramah Lingkungan untuk Beban Kerja AI Generasi Berikutnya

Kampus CGK dirancang khusus untuk mendukung beban kerja AI dan aplikasi data‑intensif dengan performa tinggi serta efisiensi energi. Fasilitas ini menargetkan annualized PUE (Power Usage Effectiveness) sebesar 1.25 dan dilengkapi sistem air daur ulang, rencana integrasi energi terbarukan, serta persiapan untuk memperoleh sertifikasi LEED.

Infrastruktur kawasan GIIC yang dilengkapi sistem air daur ulang double‑loop menjadi faktor penting yang memungkinkan penerapan desain berkelanjutan pada skala pembangunan kampus ini.

Dukungan dari Lembaga Keuangan

Pembiayaan hijau ini dipimpin oleh BNP Paribas, Clifford Capital, Crédit Agricole CIB, DBS, Mizuho, OCBC, PT Bank Central Asia Tbk, dan SMBC sebagai Mandated Lead Arrangers. Sementara itu, Crédit Agricole CIB, DBS, dan PT Bank Central Asia Tbk bertindak sebagai Green Facility Coordinators dalam transaksi tersebut. Seluruh lembaga ini memiliki komitmen yang sama terhadap pembangunan infrastruktur digital yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia.

Jonathan Walbridge, Chief Financial Officer Digital Edge mengatakan pembiayaan tersebut menegaskan kepemimpinan Digital Edge dalam pengembangan infrastruktur digital berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa upaya tersebut mencakup penyediaan infrastruktur digital berperforma tinggi yang siap mendukung beban kerja AI sekaligus menghadirkan solusi inovatif untuk mengurangi dampak lingkungan.

"Pencapaian ini terwujud berkat dukungan kuat dari mitra pembiayaan kami, baik yang sudah lama bekerja sama maupun yang baru, yang berbagi komitmen terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab," kata dia.

Read Entire Article
Food |