
Oleh: Entang Sastraatmadja, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan keuntungan yang diterima petani bisa mencapai ratusan triliun rupiah karena kebijakan penyerapan gabah dengan semua kualitas (any quality).
"Any quality" dalam penyerapan gabah petani oleh Bulog adalah program pemerintah yang memungkinkan Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram tanpa mempertimbangkan mutu gabah, seperti kadar air dan kadar hampa.
Tujuan kebijakan ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat serapan padi nasional, dan menjaga stabilitas pasokan beras. Jadi, petani tidak perlu khawatir tentang kualitas gabah mereka dan Bulog akan membeli semua gabah yang dihasilkan.
Namun, ada catatan penting: gabah harus berasal dari tanaman yang telah memasuki usia panen untuk menjaga kualitas beras.
Pemerintah menargetkan penyerapan beras oleh Bulog mencapai 4 juta ton pada 2026. Kebijakan ini diharapkan bisa mendukung stabilisasi harga gabah, menjaga pasokan beras, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras.
Mentan Amran mengatakan dari kebijakan tersebut petani diuntungkan Rp 132 triliun, meskipun negara kehilangan Rp 77 miliar. Menurutnya, hitung-hitungan ini tidak sebanding dengan manfaatnya bagi petani.
Lebih lanjut, Mentan Amran menjelaskan "Tahu dengan any quality, kita hitung-hitungan tadi, ini ada 31 juta ton yang kita jual Rp 10 ribu. Berarti kita kehilangan katakanlah Rp 1.000 atau Rp 2.000. Itu nilainya Rp 77 miliar".
Kebijakan pemerintah dalam penyerapan gabah petani dalam panen raya 2026, tidak mengalami perubahan dengan apa yang ditempuh tahun 2025. Penyerapan gabah secara "any quality" dengan harga Rp. 6.500 per kg, jadi pilihan yang bakal dijalankan.
Pemerintah optimistis, dengan "serap gabah semua kualitas", target penyerapan gabah 4 juta ton setara beras tahun 2026 akan tercapai.
Berdasarkan pengalaman panen rata tahun lalu, Perum Bulog mampu melakukan penyerapan gabah petani di atas target yang ditetapkan sehingga memperkokoh Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
Penyerapan gabah secara "any quality" memiliki beberapa keuntungan lain, di antaranya peningkatan efisiensi. Proses penyerapan menjadi lebih cepat dan efisien karena tidak perlu memilah-milah gabah berdasarkan kualitasnya.
Selanjutnya, peningkatan volume. Dengan menerima gabah dalam berbagai kualitas, volume penyerapan meningkat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar.
Kemudian, penghematan biaya. Biaya operasional dapat ditekan karena tidak perlu melakukan proses pemilahan yang memakan waktu dan biaya.
Bisa juga meningkatan kepuasan petani. Petani dapat menjual gabahnya dengan lebih mudah dan cepat, tanpa harus khawatir tentang kualitas gabah mereka.
Hanya, sekalipun Bulog membeli gabah petani tanpa persyaratan kadar air dan butir hampa, petani tentu tidak bakal menjual gabah dengan kualitas sesukanya. Petani berkewajiban menjual gabah yang layak.
Namun perlu diingat, penyerapan gabah "any quality" punya risiko, seperti penurunan kualitas gabah yang diterima dan potensi kerugian jika tak diolah dengan baik. Maka, menghadapi panen raya mendatang, Bulog dituntut memperbaiki kelemahan dan kekurangan yang ada.
Jujur diakui, bagi Bulog kualitas gabah itu prioritas utama. Untuk menyerap gabah dengan kualitas baik, Bulog biasanya melakukan beberapa langkah, di antaranya :
Pertama, Pengecekan Kualitas. Petugas Bulog akan melakukan pengecekan kualitas gabah di lapangan, termasuk kadar air, kadar kotoran, dan tingkat kerusakan.
Kedua, Penggunaan Teknologi. Bulog menggunakan teknologi seperti mesin pengering dan pengolah gabah untuk meningkatkan kualitas gabah.
Ketiga, Kerja Sama dengan Petani. Bulog juga bekerja sama dengan petani untuk meningkatkan kualitas gabah, seperti memberikan pelatihan dan bantuan teknologi.
Keempat, Standar Kualitas. Bulog memiliki standar kualitas yang ketat untuk gabah yang diterima sehingga petani harus memenuhi standar tersebut.
Di sisi lain, kerja sama Bulog dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bisa menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas gabah petani.
Dengan kerja sama ini, PPL bisa memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani tentang cara panen, pengeringan, dan penyimpanan gabah yang baik sehingga kualitas gabah bisa meningkat.
Dengan demikian, Bulog bisa mendapatkan gabah dengan kualitas lebih baik, petani juga bisa memperoleh harga lebih tinggi. Ini bisa menjadi win-win solution bagi semua pihak. Selain itu, bisa jadi salah satu strategi meningkatkan daya saing gabah Indonesia di pasar internasional. Ya, kenapa tidak !

3 hours ago
1











































