Diminta Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, China Diplomatis, Eropa Skeptis

8 hours ago 11

Kapal kontainer ditambatkan di Pelabuhan Cape Town, Afrika Selatan, 2 Maret 2026. Sejumlah perusahaan mengalihkan jalur pelayaran akibat ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada sejumlah negara untuk mengirimkan kapal perang mereka guna membantu armada AS menjaga Selat Hormuz agar tetap "terbuka dan aman". Meski demikian, ajakan tersebut hingga kini belum membuahkan komitmen nyata di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat perang AS-Israel melawan Iran.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump meminta China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lainnya untuk turun tangan. "Diharapkan negara-negara yang terdampak hambatan buatan ini mengirimkan kapal ke area tersebut, sehingga Selat Hormuz tidak lagi menjadi ancaman dari sebuah bangsa yang telah dilumpuhkan total," tulis Trump.

Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan telah menjalin komunikasi dengan negara-negara yang disebutkan Trump. Ia optimistis bahwa China akan menjadi "mitra konstruktif" dalam upaya membuka kembali jalur pelayaran vital tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada janji resmi yang dibuat. Juru bicara Kedutaan Besar Cina di AS, Liu Pengyu, hanya menegaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi yang stabil dan pihaknya akan "memperkuat komunikasi dengan pihak terkait" demi de-eskalasi.

Di sisi lain, militer Iran secara efektif memblokir jalur tersebut sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel. Teheran menegaskan, Selat Hormuz terbuka bagi semua negara, kecuali bagi AS dan sekutu-sekutunya. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa sejumlah negara telah mendekati Teheran untuk meminta izin lintas bagi kapal mereka. "Keputusan ada di tangan militer kami," tegasnya.

Read Entire Article
Food |