Massa dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi menyerukan pembebasan aktivis kemanusiaan yang di dalamnya terdapat sejumlah jurnalis di antaranya dari Republika yang diculik Zionis Israel dalam Global Sumuid Flotilia (GSF), di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Hani Hanifa Humanisa (56 tahun) terlihat tegar saat mengetahui anaknya Thoudy Badai fotografer Republika yang diculik tentara Israel dalam perjalanan misi perdamaian di perairan internasional Mediterania Timur, Senin (18/5/2026). Meski kehilangan kontak, ia percaya kondisi anaknya dalam keadaan sehat dan mental terjaga.
"Harapannya, mudah-mudahan kondisi fisik dan mental terjaga, sehat walafiat sampai nanti ada keputusan pembebasan. Ody cepat pulang dengan selamat, sehat sentosa tidak kurang suatu apa pun," ucap dia saat ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Pesantren Al Husaeiniyah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Rabu (20/5/2026).
Ia pun berharap kepada pemerintah atau instansi terkait dapat membebaskan anaknya dengan lancar dan selamat. "Mudah-mudahan bisa pulang dengan selamat," kata dia.
Hani menjelaskan, anaknya mengikuti perjalanan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 merupakan yang kedua kali. Ia menyebut anaknya pernah mengikuti misi kemanusiaan yang sama pada tahun 2025.
"Waktu ke Tunisia saya tidak izinkan cuma sampai peliputan dan tidak diizinkan untuk berlayar ke sana," kata dia.
Untuk kali ini, ia melihat semangat di raut wajah anaknya yang ingin pergi menuju ke Gaza, Palestina. Ia pun akhirnya berbesar hati memberikan izin karena ingin melihat anaknya hidup untuk dirinya sendiri dan bukan hanya untuk ibunya.
"Saya bisa melihat semangat Ody, saya bisa membaca dia ingin berangkat tapi di sisi lain dia ingin ridhonya saya. Saya berbesar hati memberikan izin dengan doa," kata dia.
Ia mengaku sempat menanyakan keyakinannya untuk berangkat di misi kemanusiaannya kali ini. Anaknya mengaku memiliki keyakinan 80 persen untuk berangkat.
"Berapa keyakinan berangkat, dia bilang 80 persen. 20 persen pertimbangan risiko ya, Dy. Yaudah, lahaula saya izinkan saya genapkan tekadnya menjadi 100 persen," kata dia.

17 hours ago
11












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)


