Ilustrasi anak mengakses media sosial (ilustrasi). Academy of Medical Royal Colleges, organisasi yang mewakili 23 royal medical colleges dan fakultas kedokteran di Inggris dan Irlandia, merinci dampak media sosial pada anak-anak dalam pengajuan resmi kepada konsultasi Pemerintah Inggris tentang perlindungan anak-anak di dunia maya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media sosial kini dipandang sebagai ancaman serius bagi kesehatan anak dan remaja, bahkan disejajarkan dengan bahaya merekok. Hal ini disampaikan oleh para dokter senior Inggris yang mendesak pemerintah setempat segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi bahaya dari screen time berlebih di kalangan anak muda.
Academy of Medical Royal Colleges, organisasi yang mewakili 23 royal medical colleges dan fakultas kedokteran di Inggris dan Irlandia, merinci dampak media sosial pada anak-anak dalam pengajuan resmi kepada konsultasi Pemerintah Inggris tentang perlindungan anak-anak di dunia maya. "Dampak media sosial sama bahayanya seperti merokok. Hal ini mendorong kami untuk bersatu dan mengungkap dampak paparan tanpa batas terhadap teknologi perangkat digital terhadap kesehatan anak dan remaja," kata organisasi tersebut, dilansir laman Reuters, Selasa (26/5/2026).
Berdasarkan survei terhadap 132 dokter, lebih dari separuh responden mengaku menemukan setidaknya satu kasus gangguan kesehatan yang dapat dikaitkan dengan penggunaan teknologi dan perangkat digital setiap pekan. Sementara itu, lebih dari sepertiga dokter mengatakan mereka melihat dampak buruk tersebut beberapa kali dalam sepekan.
Dampak yang ditemukan tidak hanya berupa gangguan mental, namun juga cedera fisik. Beberapa kasus misalnya disebabkan anak-anak meniru tindakan pornografi ekstrem yang mereka lihat secara daring. Selain itu, dokter juga menemukan trauma psikologis akibat paparan konten kekerasan di internet.
Mayo Clinic telah menyatakan penggunaan media sosial dapat berdampak negatif pada beberapa remaja. Media sosial juga dapat mengganggu aktivitas seperti belajar, olahraga, dan waktu bersama keluarga, serta memengaruhi kualitas tidur.
Selain itu, media sosial berpotensi membuat remaja terpapar informasi yang bias atau salah, menjadi sarana penyebaran rumor, hingga mendorong mereka membagikan terlalu banyak informasi pribadi. Sebagian remaja juga dapat membentuk pandangan yang tidak realistis tentang kehidupan dan bentuk tubuh orang lain.

3 hours ago
5















































