Logo aplikasi Tiktok. Universal Music Group (UMG) dan TikTok memperpanjang perjanjian lisensi mereka. Dalam kesepakatan tersebut, kedua perusahaan berkomitmen untuk menghapus musik yang dihasilkan kecerdasan buatan (Al) secara tidak sah dari platform TikTok, untuk meningkatkan sistem atribusi bagi artis dan penulis lagu.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universal Music Group (UMG) dan TikTok memperpanjang perjanjian lisensi mereka. Dalam kesepakatan tersebut, kedua perusahaan berkomitmen untuk menghapus musik yang dihasilkan kecerdasan buatan (Al) secara tidak sah dari platform TikTok, untuk meningkatkan sistem atribusi bagi artis dan penulis lagu.
Dalam pengumuman bersama, UMG menyatakan kerja sama ini memperluas komitmen kedua pihak dalam memberikan perlindungan Al yang mendukung karya seni manusia. Selain itu juga memastikan ekonomi platform dapat mengalir secara efektif kepada artis dan penulis lagu.
"TikTok dan UMG akan bekerja sama untuk menghapus musik yang dihasilkan Al secara tidak sah dari platform, sambil lebih meningkatkan atribusi artis dan penulis lagu," demikian pernyataan bersama, dilansir laman TechCrunch, Kamis (28/5/2026).
Perjanjian baru ini menjadi momen penting dalam hubungan antara UMG dan TikTok, setelah sempat mengalami ketegangan sepanjang 2024. Sebelumnya, UMG secara terbuka mengkritik TikTok karena dianggap tidak cukup serius menangani persoalan musik buatan Al dan pelanggaran hak cipta di platformnya.
Perselisihan tersebut bahkan sempat menyebabkan UMG menarik sementara menarik katalog musiknya dari TikTok. Dampakya langsung terasa karena banyak lagu populer milik artis-artis besar mendadak hilang dari jutaan video pengguna di seluruh dunia.
Komitmen TikTok menindak musik Al ilegal atau tanpa izin, hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran industri musik global terhadap perkembangan teknologi generatif. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai alat Al mampu menciptakan lagu baru dengan meniru suara artis terkenal atau menghasilkan musik palsu yang memanfaatkan algoritma platform streaming demi meraih popularitas.
Fenomena itu sempat memicu kontroversi besar ketika lagu-lagu viral hasil Al yang meniru suara musisi kenamaan seperti Drake dan The Weeknd beredar luas di internet. Beberapa lagu bahkan memperoleh jutaan streaming sebelum akhirnya "diturunkan" karena dianggap melanggar hak cita dan hak personal artis terkait.

5 hours ago
6















































