Umat muslim berkumpul di Jabal Rahmah untuk melaksanakan wukuf saat puncak ibadah haji di Arafah, Mekkah, Arab Saudi, Selasa (26/5/2026). Jutaan umat muslim melaksanakan wukuf di Arafah sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah Haji.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Wukuf di Arafah bukan sekadar rangkaian ritual dalam ibadah haji. Bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, wukuf menjadi momentum paling sakral untuk merenungi perjalanan hidup, memohon ampunan, dan memperbarui ikatan spiritual dengan Allah SWT.
Pada 9 Dzulhijjah, hamparan Padang Arafah dipenuhi lautan manusia yang larut dalam doa dan dzikir. Tidak sedikit jamaah yang menitikkan air mata saat menyadari bahwa wukuf adalah puncak ibadah haji sekaligus kesempatan besar untuk melakukan refleksi diri.
Pada hari Arafah yang tahun ini bertepatan dengan Selasa (26/5/2026), ratusan santri Pondok Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits di Kota Bekasi turut menyaksikan jamaah haji Indonesia yang sedang melaksanakan ibadah di Padang Arafah. Mereka mendengarkan langsung khutbah wukuf yang ditayangkan dalam acara "Panggilan dari Arafah" yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, Nyai Hj Badiriyah Fayumi berharap, BPKH kedepannya bisa semakin menjangkau anak-anak muda agar segera mendaftar haji, termasuk kaum santri.
"Pasti para santri ini tadi melihat wukuf di Arafah, ada dalam pikirannya kapan saya ada di sana, benar tidak? Itulah penting, mudah-mudahan BPKH nanti akan semakin banyak menjangkau anak-anak muda," ujar Nyai Badriyah dalam sesi Talkshow acara tersebut.
Secara spiritual, wukuf menghadirkan suasana yang sangat mendalam. Jamaah mengenakan pakaian ihram serba putih tanpa perbedaan status sosial, jabatan, maupun kekayaan. Semua berdiri setara di hadapan Allah SWT, membawa harapan dan penyesalan masing-masing.

5 hours ago
6















































