Petani memanen kentang di perladangan kawasan dataran tinggi Dieng Desa Bakal, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad (8/3/2026). Curah hujan tinggi dan angin kencang menyebabkan hasil panen kentang menurun hingga 50 persen dibanding pada waktu musim kemarau yaitu dari 15 ton per hektare menjadi 7-8 ton per hektare, saat ini harga kentang berkisar Rp10 ribu-Rp11 ribu per kilogram.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berdampak terhadap banyak hal, mulai dari inflasi, kenaikan biaya distribusi BBM naik, dan kenaikan harga barang. Huda menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut situasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak berdampak bagi masyarakat di perdesaan.
"Jadi, klaim Prabowo bahwa dolar naik, masyarakat desa tidak terdampak itu adalah klaim yang keliru. Belum lagi harga-harga pada naik, ya masyarakat di desa juga merasakan," ujar Huda saat dihubungi Republika di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Huda menyebut imported inflation akan terjadi, terutama untuk barang yang terkait impor, baik bahan baku, penolong, atau pun konsumsi. Ia memperkirakan akan terjadi kenaikan harga dalam dua hingga tiga bulan ke depan.
Huda mencontohkan harga plastik yang sudah mengalami kenaikan akibat kelangkaan barang hingga tingginya biaya distribusi. Dengan nilai tukar rupiah yang semakin lemah, Huda menyebut harga plastik akan kian mahal ke depan.
"Akibatnya barang-barang yang menggunakan plastik juga meningkat harganya. Apakah di desa gak ada plastik? Tentu saja banyak dan itu menggerus dompet masyarakat desa juga," ucap Huda.
Pun dengan barang elektronik yang memiliki kandungan impor pada sejumlah komponen. Huda mengatakan harga barang elektronik pun akan mengalami kenaikan imbas dari penyesuaian tersebut.
"Apakah di desa tidak ada TV atau komponen elektronik lainnya? Tentu saja ada dan itu semakin menekan ekonomi di desa," lanjut Huda.
Huda mengatakan situasi ini pun dapat terjadi pada barang-barang yang berkaitan dengan pertanian seperti pupuk. Ia menyampaikan sebagian besar bahan baku pupuk berasal dari impor seperti gas.
"Ketika pasokan terganggu, rupiah melemah, maka yang terjadi adalah kenaikan harga pupuk. Harga pupuk yang naik pasti mengganggu sektor pertanian," sambung dia.
Di sisi lain, lanjut Huda, daya beli juga belum membaik karena ada berbagai tekanan dalam negeri. Untuk menaikkan harga jual pun produsen akan berpikir seribu kali.
Huda mengatakan peningkatan biaya produksi dan penurunan permintaan akan membuat pengusaha melakukan efisiensi. Salah satunya dengan mengurangi jumlah tenaga kerja atau PHK.

2 days ago
18












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)


