Dukung MBG, Kemenperin Siapkan Insentif Investasi Susu hingga 35 Persen

13 hours ago 11

Para siswa menikmati makanan saat uji coba pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 4 Kota Tangerang, Banten, Senin (5/8/2024). Uji coba MBG tersebut bertujuan mematangkan strategi dan mitigasi program unggulan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih periode 2024-2029. Adapun paket menu yang disediakan hari ini adalah Nasi Putih, Fuyunghai, Capcay, Melon dan Susu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyiapkan insentif investasi hingga 35 persen untuk memperkuat industri pengolahan susu nasional. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung pemenuhan kebutuhan susu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria mengatakan industri pengolahan susu masih memiliki ruang untuk meningkatkan kapasitas produksi. Saat ini utilisasi industri pengolahan susu berada di kisaran 72 persen.

"Dalam pemenuhan susu MBG, kami menyadari ini masih ada ketertinggalan dalam suplainya," kata Merrijantij dalam konferensi pers Hari Susu Nusantara 2026 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, salah satu tantangan yang dihadapi adalah kapasitas unit filling untuk memenuhi volume susu yang dibutuhkan program MBG. Karena itu, Kemenperin menjalankan program restrukturisasi guna mendorong investasi baru maupun penambahan kapasitas produksi di industri pengolahan susu dan koperasi yang ingin memproduksi susu siap minum.

Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh penggantian biaya investasi hingga 35 persen untuk produk yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Sementara itu, produk dalam negeri lainnya dapat memperoleh penggantian biaya investasi hingga 25 persen.

"Program restrukturisasi ini bisa diikuti dan reimburse sampai dengan 35 persen dari nilai investasi yang dikeluarkan untuk produk-produk yang ber-TKDN," ujar Merrijantij.

Kemenperin juga memperkuat digitalisasi rantai pasok susu segar nasional guna memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri. Saat ini sebanyak 96 tempat pengumpulan susu (TPS) dari sembilan koperasi telah masuk dalam program digitalisasi yang memungkinkan pemantauan pasokan secara real time.

Read Entire Article
Food |