Erdoğan di PBB: Gaza Bukan Hanya Kuburan Terbesar Anak-anak

2 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK — Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan melontarkan kritik keras terhadap sistem internasional dalam pidatonya pada Sidang Umum ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (22/9/2026). Ia menyoroti tragedi kemanusiaan di Gaza sekaligus menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB.

Erdoğan mengatakan dunia tidak perlu melihat terlalu jauh untuk menyaksikan kegagalan sistem internasional menjaga perdamaian. Menurut dia, 12 bulan terakhir menjadi salah satu periode paling berdarah dalam tiga dekade terakhir, dengan lebih dari 60 konflik dan perang.

Dari Gaza, Ukraina-Rusia, Myanmar, Darfur, Iran hingga Lebanon, Erdoğan menyebut sekitar 250 ribu orang kehilangan nyawa dalam periode tersebut. Ratusan ribu lainnya, kata dia, terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka.

Namun, perhatian terbesar Erdoğan diarahkan kepada Gaza. “Di Gaza saja, dalam tiga tahun terakhir, 74 ribu saudara kita—sebagian besar anak-anak dan perempuan—telah menjadi korban terorisme negara Israel,” ujar Erdoğan, seperti disampaikan dalam pidatonya di hadapan para delegasi PBB.

Ia mengatakan masyarakat Gaza hingga kini masih mencari anggota keluarga mereka di bawah reruntuhan bangunan. “Gaza hari ini bukan sekadar kuburan terbesar bagi anak-anak di dunia. Gaza juga merupakan wilayah dengan tingkat amputasi anak tertinggi di dunia,” kata Erdoğan.

Menurut Erdoğan, anak-anak yang kehilangan tangan dan kaki akibat serangan Israel berusaha kembali bersekolah dan menjalani kehidupan dengan menggunakan kaki atau tangan prostetik sederhana.

Ia juga menyinggung kondisi fasilitas kesehatan di Gaza. Erdoğan mengatakan lebih dari 70 persen generator di rumah sakit Gaza saat ini tidak berfungsi akibat kekurangan bahan bakar.

Erdoğan menegaskan persoalan Gaza bukanlah isu pribadi dirinya maupun Turki, melainkan persoalan kemanusiaan dan hati nurani. “Ini bukan persoalan pribadi Tayyip Erdoğan. Ini adalah persoalan kemanusiaan; ini adalah persoalan hati nurani kita semua,” ujarnya.

Dia kemudian mempertanyakan kemampuan PBB dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia. “PBB, yang didirikan 81 tahun lalu untuk menjaga perdamaian dan keamanan, telah menjadi tidak mampu memenuhi misi ini, atau lebih tepatnya telah dibuat tidak mampu melakukannya,” kata Erdoğan.

Menurut dia, masyarakat yang menggantungkan harapan kepada PBB di Palestina, Lebanon, Sudan, dan berbagai wilayah krisis lainnya kini mengalami kekecewaan mendalam.

Read Entire Article
Food |