Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menuturkan, berdasarkan sektor ekonomi, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan menjadi dua sektor dengan porsi kredit produktif terbesar. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka kredit yang belum tersalurkan (undisbursed loan) tercatat menembus level lebih dari Rp 2.500-an triliun pada awal semester II 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, salah satu faktor yang menyebabkan debitur berhati-hati dalam memanfaatkan akses kredit adalah suku bunga yang tinggi.
Diketahui, undisbursed loan adalah fasilitas pinjaman yang telah disetujui bank, tetapi belum ditarik oleh debitur. OJK mencatat, pada Juli 2026, undisbursed loan perbankan tercatat sebesar Rp 2.548 triliun, atau meningkat 7,8 persen dibandingkan dengan Juli 2025 sebesar Rp 2.364 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menuturkan, berdasarkan sektor ekonomi, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan menjadi dua sektor dengan porsi kredit produktif terbesar. Sehingga, nominal undisbursed loan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya sejalan dengan besarnya kebutuhan fasilitas kredit yang telah disediakan perbankan untuk mendukung aktivitas usaha kedua sektor tersebut.
“Fasilitas yang belum ditarik oleh debitur disebabkan oleh beberapa pertimbangan, antara lain siklus bisnis, progress penyelesaian proyek atau manajemen arus kas perusahaan debitur. Kenaikan suku bunga seiring penyesuaian BI Rate juga menjadi faktor yang menyebabkan debitur lebih berhati-hati dalam menarik fasilitas kredit karena meningkatnya biaya pendanaan dan tekanan terhadap profitabilitas usaha,” ungkap Dian dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (22/9/2026) lalu.
Dian mengatakan, perlambatan permintaan juga menyebabkan kebutuhan pendanaan menjadi lebih rendah, sehingga fasilitas kredit yang tersedia belum dimanfaatkan secara optimal. “Dengan demikian, besarnya undisbursed loan tidak mengindikasikan keterbatasan dari sisi bank dalam menyalurkan kredit, tetapi juga mencerminkan keputusan dan kebutuhan pembiayaan dari sisi debitur,” terangnya.

2 hours ago
7
















































