Farmasi UM Bandung Bekali Mahasiswa dengan Kompetensi-Etika Profesi

14 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Di tengah meningkatnya kebutuhan tenaga kesehatan profesional di Indonesia, Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi salah satu pilihan yang semakin diminati calon mahasiswa. Program studi ini menarik peminat dari berbagai daerah karena menawarkan pembelajaran yang berorientasi pada kompetensi dan prospek karier yang luas.

UM Bandung yang berdiri pada 2016 terus menunjukkan perkembangan dalam satu dekade terakhir. Kampus ini kini memiliki lima fakultas, 18 program sarjana, dua program magister, serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA), dan meraih akreditasi "Baik Sekali" dari BAN-PT pada 2024.

Ketua Prodi Farmasi UM Bandung Mutiara Imansari mengatakan, program studi tersebut terbuka bagi lulusan SMA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA, serta lulusan SMK Farmasi dan bidang kesehatan lainnya. Menurut dia, mahasiswa akan mempelajari berbagai cabang ilmu kefarmasian, mulai dari kimia farmasi, kimia medisinal, farmakologi, farmasetika, teknologi farmasi, hingga farmasi klinis dan komunitas.

"Mahasiswa belajar bagaimana obat ditemukan, diformulasikan, diproduksi, didistribusikan, hingga digunakan secara efektif, aman, dan rasional oleh pasien. Tujuan akhirnya adalah memastikan obat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Mutiara di Kampus UM Bandung, Rabu (22/7/2026).

Ia menjelaskan, lulusan Farmasi memiliki peluang berkarier di berbagai sektor kesehatan. Selain menjadi apoteker dan tenaga kefarmasian di rumah sakit maupun apotek, lulusan juga dapat bekerja di industri farmasi, kosmetik, pangan, laboratorium, lembaga penelitian, instansi pemerintah seperti BPOM dan Kementerian Kesehatan, hingga menjadi akademisi atau wirausaha.

Menurut Mutiara, salah satu kekuatan Prodi Farmasi UM Bandung terletak pada kurikulum berbasis kompetensi yang didukung fasilitas laboratorium modern dan dosen berpengalaman. Proses pembelajaran juga dipadukan dengan nilai-nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan sehingga mahasiswa dibekali kompetensi profesional sekaligus karakter dan etika profesi.

Pengalaman tersebut dirasakan Surya Khairul Rizky, mahasiswa Farmasi angkatan 2023. Ia menilai lingkungan belajar yang suportif membuat proses perkuliahan yang padat menjadi lebih mudah dijalani.

Read Entire Article
Food |