Gambaran Alam Kubur dan Cara Selamat dari Siksaan di dalamnya

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Setelah kematian, manusia akan memasuki alam kubur sebagai gerbang awal menuju akhirat. Di tempat inilah, kenikmatan atau siksaan mulai dirasakan sesuai dengan iman dan amal yang dibawa dari kehidupan dunia.

Dikatakan bahwa alam kubur menjadi fase awal kehidupan akhirat yang menyimpan kenikmatan sekaligus siksa. Dalam berbagai riwayat yang dijelaskan para ulama, kondisi seseorang di alam kubur sangat bergantung pada keimanan dan amal perbuatannya semasa hidup.

Imam Abu Laits As-Samarqandi dalam kitab Tanbihul Ghafilin menerangkan bahwa Abu Ja‘far meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu anhu bahwa apabila seorang mukmin diletakkan di dalam kuburnya, maka kuburnya akan dilapangkan sejauh 70 hasta, ditaburi harum-haruman, dan ditutupi dengan kain sutera. Apabila ia hafal sebagian dari Alquran, maka hafalannya itu akan menerangi seluruh kuburnya. Jika ia tidak hafal, maka akan dibuatkan baginya cahaya seperti matahari di dalam kuburnya.

Mukmin tersebut dalam kuburnya berada dalam keadaan seperti pengantin baru yang tertidur, dan tidak dibangunkan kecuali oleh istri yang sangat dicintainya. Ketika ia bangun dari tidurnya, ia merasa seakan-akan belum puas dari tidur tersebut.

Sebaliknya, orang kafir, maka kuburnya akan disempitkan hingga tulang-tulangnya masuk ke dalam perutnya. Kemudian didatangkan kepadanya berbagai macam ular besar sebesar leher unta. Ular-ular itu memakan dagingnya hingga tidak tersisa daging pada tulang-tulangnya.

Selanjutnya, datang kepadanya malaikat yang tuli, bisu, dan buta, dengan membawa cambuk-cambuk dari besi. Mereka memukulinya dengan cambuk-cambuk tersebut tanpa mendengar jeritan dan tanpa melihat orang itu, sehingga tidak timbul rasa belas kasihan kepadanya. Selain itu, neraka senantiasa diperlihatkan kepadanya, baik pada waktu pagi maupun sore.

Imam Abu Laits As-Samarqandi memberikan nasihat, siapapun yang ingin selamat dari siksa kubur, hendaklah ia senantiasa mengerjakan empat hal dan menjauhkan diri dari empat hal lainnya.

Empat hal yang harus selalu dikerjakan adalah shalat, sedekah, membaca Alquran, dan memperbanyak tasbih. Keempat amalan ini akan menjadikan kubur terang dan lapang.

Adapun empat hal yang harus ditinggalkan agar selamat dari siksa kubur adalah dusta, khianat, adu domba dan ketidakhati-hatian dalam masalah kencing.

Read Entire Article
Food |