Guru Besar UI: Trump Buat Tatanan Dunia Kacau Terparah Sejak Perang Dunia II

3 hours ago 2

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump di Gedung Putih, Washington DC.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang geopolitik global dengan mengancam akan menjatuhkan tarif dagang pada negara-negara yang menolak pencaplokan AS terhadap Greenland.  Langkah itu diambil setelah Trump menangkap Presiden Venezuela Maduro.

Pakar menganggap Trump telah mengacaukan tatanan dunia.  "(Saat ini) dunia ini memasuki masa kekacauan yang mungkin belum pernah terjadi sejak berakhirnya Perang Dunia II," kata Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional UI Evi Fitriani, Senin (19/1/2026).

Evi mengatakan tindakan Trump menghancurkan tata dunia pasca-Perang Dunia II yang justru telah dibangun AS dan sekutunya para pemenang Perang Dunia II. Sebuah tatanan yang  disebut Liberal World Order.

"Jadi Trump menghancurkan kepercayaan kita terhadap isu internasional sebagai Guardian of the World Peace and Order sebetulnya. Jangan ngomong tentang demokrasilah, dari wujudnya Trump sebagai pemimpin Amerika saja sudah meragukan kita terhadap keampuhan demokrasi untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas," tambah Prof Evi.

Departemen Kehakiman AS dibawah pemerintah Trump menjatuhkan dakwaan pengedaran narkoba dan senjata pada tahun 2020 lalu. Dakwaan ini menjadi dasar dari penculikan dan penangkapan Maduro yang mulai disidang di Washington pada awal Januari 2026.

Evi mengatakan penangkapan Maduro sebenarnya bagian dari rencana Trump menguasai cadangan minyak Venezuela. Pekan lalu media AS melaporkan pemerintah Trump menyelesaikan penjualan minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS. Sebelumnya Trump mengatakan AS akan menjual sekitar 30 sampai 50 juta barel minyak Venezuela dengan bermitra bersama perusahaan-perusahaan AS.

"Dia menuduh Maduro sebagai agen dari narkoba. Padahal hari-hari ini kita lihat sendiri Trump ingin mendapatkan minyak yang sangat banyak dari Venezuela. Ini kan sebuah keserakahan dan invasi yang sangat kasat mata," kata Evi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |