REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Laporan Washington Post dilansir Anadolu pada Jumat (6/3/2026), mengungkap bahwa Rusia menyediakan informasi intelijen kepada Iran terkait titik-titik aset militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Itulah kenapa rudal dan drone Iran sejauh ini sangat akurat menghantam aset militer AS yang mereka targetkan.
Sumber anonim Washington Post menyebutkan bahwa Rusia menyediakan informasi sejak perang dimulai Sabtu pekan lalu, yakni lokasi aset militer AS, termasuk kapal-kapal dan jet tempur diparkir. "Itu terlihat seperti sebuah upaya (bantuan) yang cukup komprehensif," ujar salah satu sumber.
Tujuan Rusia membantu Iran dengan informasi intelijen masih belum jelas. Sementara, sumber lain menyebut bahwa, kemampuan mandiri Iran untuk melacak angkatan bersenjata AS sudah dilemahkan kurang dari sepekan setelah perang pecah.
Adapun sumber lain menduga Rusia tersentuh dengan bantuan Iran dalam mendapatkan dan membagi informasi terkait Ukraina. "Saya pikir mereka sangat senang (dengan bantuan Iran) dan mencoba untuk mengembalikan bantuan," kata sumber itu.
Dilaporkan enam prajurit AS tewas dan beberapa lainnya mengalami luka akibat serangan drone Iran di Kuwait pada Ahad lalu. Iran telah meluncurkan ribuan serangan drone dan ratusan rudal ke pangkalan militer AS, kedutaan besar, dan properti sipil sebagai serangan balasan atas pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly mengeklaim bahwa Iran mengalami kekalahan signigikan, namun ia tidak menyikapi dugaan dukungan Rusia kepada Iran.
"Rezim Iran benar-benar dihancurkan," kata Kelly.
"Serangan balasan rudal balistik mereka berkurang setiap harinya, angkatan laut mereka dilenyapkan, kapasitas produksi (rudal) mereka telah dihancurkan, dan proxy mereka kesulitan untuk berperang."
Ditanya soal pesan AS untuk Rusia dan China, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan bahwa tidak ada pesan spesifik untuk kedua negara itu, sambil menyebut, "mereka tidak benar-benar sebuah faktor di sini."
Adapun, masih menurut Washington Post, dua pejabat yang mengetahui informasi soal dukungan Rusia untuk Iran mengatakan, China sepertinya tidak mendukung upaya pertahanan Iran. Beijing pun sudah meminta agar konflik dihentikan.

5 hours ago
5






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)
















