Hagai Pakan Sebut Tren Kebaya Kini Bergeser ke Arah Padu Padan Modern

3 hours ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Perancang busana Hagai Pakan mengungkapkan bahwa tren berkebaya di kalangan perempuan Indonesia kini mengalami pergeseran signifikan ke arah padu padan dengan busana modern. Ia menilai bentuk kebaya klasik tetap akan menjadi pilihan utama, namun dengan sentuhan penataan yang lebih kontemporer.

Pernyataan tersebut disampaikan Hagai dalam konferensi pers film pendek "Jalan Pulang" di Jakarta, Rabu. Menurutnya, tren saat ini lebih berfokus pada bagaimana kebaya klasik dipadukan dengan gaya yang tidak biasa agar relevan untuk berbagai kesempatan sehari-hari.

"Kalau sekarang trennya justru lebih di styling-nya. Bagaimana mereka menggunakan sebuah kebaya klasik dengan padu padan yang nyeleneh, yang kontemporer sehingga bisa relevan untuk berbagai occasion di sehari-hari," kata Hagai.

Eksplorasi Padu Padan Kebaya

Hagai menjelaskan bahwa kebaya klasik kini dapat dipadukan dengan berbagai item fesyen modern. Beberapa di antaranya adalah blazer, jeans, celana bahan, hingga dikenakan sebagai luaran atau outer. Cara tersebut dinilai membuat kebaya lebih mudah digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja hingga kegiatan sehari-hari.

"Baik itu mereka pakai ke kantor, dijadikan dalaman buat jas, atau dipakaikan celana bahan. Ada juga yang dipakai sehari-hari dijadikan outer," ujarnya. Ia menilai tren ini juga didukung oleh semakin banyaknya desainer dan jenama lokal yang mengeksplorasi material maupun cara mengenakan kebaya tanpa menghilangkan karakter dasarnya.

Kreativitas Jadi Kunci Tren ke Depan

Meski demikian, Hagai menegaskan bahwa tren berkebaya ke depan bukan terletak pada perubahan bentuk kebaya. Melainkan pada kreativitas dalam memadukannya dengan berbagai elemen busana modern. "Jadi aku rasa bukan bentuk kebayanya, tapi eksplorasi terhadap model kebaya klasik yang menurut aku akan menjadi tren ke depannya," katanya.

Pendekatan tersebut juga diterapkan Hagai dalam film pendek "Jalan Pulang" pada karakter utama Dara. Ia memadukan kebaya kutu baru bersama kemeja berkancing, sehingga tampil menyerupai blazer. Padu padan itu dipilih untuk menggambarkan karakter perempuan muda yang bekerja di industri gaya hidup dan fesyen.

Hagai menekankan pentingnya keseimbangan visual dalam film. "Jangan sampai visualnya mengganggu ceritanya. Dialognya sudah bagus, dalam, tapi bajunya malah overpower. Itu yang harus benar-benar dijaga keseimbangannya," ujar Hagai.

Film pendek "Jalan Pulang" diprakarsai Bakti Budaya Djarum Foundation untuk memperingati Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli. Film garapan sutradara Bramsky itu dijadwalkan tayang pada 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube IndonesiaKaya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |