REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Meski terjadi kenaikan harga energi di tengah perang Timur Tengah dan berbagai tantangan lainnya, masyarakat Indonesia tetap melakukan aktivitas jalan-jalan. Bahkan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada kuartal I 2026, jumlah perjalanan masyarakat Indonesia di dalam negeri atau disebut wisatawan nusantara (wisnus) menjadi yang tertinggi, setidaknya dalam enam tahun terakhir.
Menurut data BPS, pada Maret 2026 jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 38,63 persen secara bulanan (month to month/mtm) dibandingkan Februari 2026, serta naik 42,10 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Adapun secara kumulatif dari Januari–Maret 2026, BPS mencatat jumlah wisnus mencapai 319,51 juta perjalanan. Jumlah tersebut meningkat 7,07 persen dibandingkan kuartal sebelumnya atau kuartal IV 2025.
“Perjalanan wisnus pada Januari–Maret 2026 meningkat sebesar 13,14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025,” tutur Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Gedung BPS, Senin (4/5/2026).
Jumlah wisnus pada kuartal I 2026 tercatat paling tinggi sejak 2021. Jumlah wisnus tercatat terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2021, jumlah wisnus pada kuartal I mencapai 139,76 juta kunjungan. Pada 2022, jumlahnya meningkat 42,49 persen menjadi 199,14 juta kunjungan. Lalu meningkat 5,75 persen menjadi 210,58 juta kunjungan pada 2023. Adapun 2024 mencapai 250,56 juta atau naik 18,99 persen, disusul naik 12,71 persen menjadi 282,41 juta pada 2025. Kenaikan berlanjut pada 2026.
“Perjalanan wisnus (pada kuartal I 2026) mengalami peningkatan didorong oleh masa long weekend dan peak season libur Nyepi dan Lebaran Idul Fitri yang terjadi pada Maret 2026 lalu, serta didorong flexible working arrangement (FWA),” terangnya.
Sementara itu, mengenai data jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) atau masyarakat Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri, BPS mencatat terjadi kenaikan. Tercatat, jumlah wisnas pada Maret 2026 mencapai 793.158 perjalanan. Angka tersebut meningkat 13,14 persen (mtm) dibandingkan Februari 2026, dan naik 36,26 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Pada Januari–Maret 2026, jumlah perjalanan wisnas mencapai 2,5 juta perjalanan. Secara kumulatif meningkat sebesar 7,27 persen,” ujar Ateng.
Jumlah perjalanan wisnas pada kuartal I 2026 tercatat tertinggi dalam enam tahun terakhir. Pada 2025, jumlahnya 2,33 juta perjalanan, 2024 (2,18 juta perjalanan), 2023 (1,89 juta perjalanan), 2022 (181.239 perjalanan), serta 2021 (374.779 perjalanan).

3 hours ago
6

















































