REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Kelompok mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo mengembangkan aplikasi pendakian gunung berbasis web bernama CariYo!Track.
Inovasi ini dirancang khusus untuk meningkatkan standar keamanan dan akses informasi bagi para pendaki.
Tim pengembang terdiri atas Oktavian Ramadhani, Aliya Safira Rais, Shalsa Fitri Rahmadani, Iksan Nurudin Effendi, dan Muhamad Rizky Nurrohman. Mereka fokus mengatasi keterbatasan akses data rute dan kondisi medan yang sering menjadi kendala bagi pendaki, terutama kalangan pemula.
CariYo!Track menawarkan berbagai fitur unggulan seperti peta jalur interaktif, deskripsi rute, hingga panduan keselamatan. Aplikasi ini juga menyediakan sistem pendaftaran daring dengan verifikasi tiket berbasis QR Code untuk membantu pengelola memantau kapasitas pengunjung secara akurat.
Selain fitur teknis, aplikasi ini dilengkapi integrasi data cuaca secara langsung serta fitur pelaporan kondisi jalur. Berdasarkan evaluasi pengguna, fitur peta offline, tombol darurat SOS, dan live tracking menjadi aspek yang paling mendapatkan respons positif.
Menariknya, CariYo!Track juga menyentuh aspek ekonomi lokal melalui fitur marketplace penyewaan alat pendakian. Fitur ini membuka peluang bagi pelaku usaha di sekitar kawasan gunung memasarkan jasa mereka secara digital kepada para pendaki.
Oktavian, anggota tim pengembang, menjelaskan motivasi utama pembuatan aplikasi ini adalah keselamatan pendaki. "Kami ingin pendaki memiliki akses informasi yang valid tentang medan yang akan mereka hadapi sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir," ujar Oktavian, dalam keterangan rilis yang diterima, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, proses pengembangan aplikasi ini dilakukan dengan metode System Development Life Cycle (SDLC) menggunakan pendekatan inkremental. “Metode ini dipilih untuk memastikan setiap fitur berfungsi optimal dan stabil sebelum dirilis ke public.”
Sementara itu, Kepala Kampus UBSI kampus Solo, Ahmad Fauzi, mengapresiasi inovasi yang dihasilkan mahasiswanya. Menurutnya, karya ini membuktikan, mahasiswa mampu menghadirkan solusi teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak. CariYo!Track adalah contoh bagaimana teknologi informasi meningkatkan keselamatan sekaligus membuka peluang ekonomi," ujar Ahmad.
Tim pengembang berharap CariYo!Track segera menjadi referensi utama bagi komunitas pendaki dan pengelola kawasan wisata alam. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen UBSI mendorong inovasi teknologi yang berkelanjutan.

8 hours ago
5

















































