Harga Nikel Tertekan, Produksi dan Efisiensi PT Vale Lampaui Target 2025

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Vale Indonesia Tbk mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang 2025 meski harus menghadapi tekanan harga nikel global. Perseroan berhasil melampaui target produksi dan menjaga biaya tetap kompetitif, sehingga menopang kinerja di tengah pelemahan harga komoditas.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk Bernadus Irmanto mengatakan, tantangan utama perseroan tahun lalu berasal dari realisasi harga nikel yang lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada aspek yang berada dalam kendali perusahaan, PT Vale mampu menunjukkan performa yang kuat.

“Sepanjang 2025 harga nikel memang relatif lebih rendah. Tetapi pada variabel yang bisa kami kontrol seperti produksi dan biaya, PT Vale membukukan kinerja yang sangat baik,” ujar Bernadus dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (19/1/2025).

Berdasarkan paparan manajemen, hingga November 2025 produksi nikel matte PT Vale mencapai 66.848 ton, meningkat sekitar 3 persen secara tahunan (year-on-year). Realisasi ini berada sangat dekat dengan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar 71.234 ton, dan secara operasional dinilai telah melampaui ekspektasi awal.

Sementara itu, penjualan nikel matte sepanjang tahun berjalan tercatat 67.351 ton, tumbuh sekitar 2 persen secara tahunan. Di sisi lain, PT Vale juga mencatat kemajuan signifikan dari sisi penjualan bijih nikel, seiring dimulainya aktivitas penambangan di Pomalaa dan Bahodopi. Hingga November 2025, penjualan bijih nikel saprolit telah mencapai sekitar 1,9 juta wet metric ton (wmt).

Bernadus menambahkan, efisiensi biaya menjadi salah satu kunci utama kinerja perseroan. Biaya produksi di Sorowako tercatat berada di kisaran 9.000 dolar AS per ton, yang termasuk paling kompetitif di Indonesia untuk produksi nikel matte.

“Secara kinerja, baik produksi, penjualan ore, maupun biaya, tiga variabel utama ini dapat kami penuhi bahkan melebihi yang ditetapkan dalam anggaran. Tantangan kami memang ada pada realisasi harga,” tegasnya.

Di tengah tekanan harga tersebut, PT Vale tetap mampu membukukan pendapatan sekitar 902 juta dolar AS hingga November 2025, yang ditopang oleh peningkatan volume produksi nikel matte serta penjualan bijih nikel saprolit.

Ke depan, manajemen menilai fondasi operasional yang kuat, disiplin biaya, serta keberlanjutan produksi akan menjadi penopang utama kinerja perseroan, sembari menunggu perbaikan harga nikel global dan realisasi penuh proyek-proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan.

Read Entire Article
Food |