Harmoni di Bawah Lampion: Karimun Sambut Imlek dan Ramadhan dalam Guyub

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bupati Karimun Iskandarsyah mengajak seluruh masyarakat menjaga soliditas dan kerukunan antarumat beragama menyambut Tahun Baru Imlek 2577/2026 yang jatuh pada 17 Februari, hanya beberapa hari menjelang awal Ramadhan 1447 Hijriah.

“Tradisi perayaan Imlek di Karimun cenderung menggabungkan ritual budaya Tionghoa dengan keterbukaan bagi warga luas,” ujarnya di Batam, Kamis.

Mengusung tema “Harmoni Imlek Nusantara”, perayaan tahun ini menjadi istimewa. Tak hanya karena kemeriahan budaya, tetapi juga karena waktu yang berdekatan dengan bulan suci umat Islam. Di Karimun, masyarakat keturunan Tionghoa mencapai 14,88 persen dari total penduduk, sebuah angka yang cukup signifikan di Provinsi Kepulauan Riau.

Pemkab Karimun menyiapkan perayaan ini secara matang. Bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi sebagai perayaan bersama yang melibatkan komunitas Tionghoa, organisasi kemasyarakatan, dan vihara di seluruh daerah.

“Perayaan Imlek di Karimun dipersiapkan secara matang oleh komunitas masyarakat Tionghoa bersama organisasi lokal lainnya,” kata Iskandarsyah.

Dukungan Pemkab terlihat nyata. Ribuan lampion menghiasi kawasan Meral dan pusat kota. Rangkaian doa bersama disusun, atraksi barongsai mulai dikonfirmasi, dan aneka kuliner musiman seperti kue keranjang, manisan, serta jeruk Imlek mulai memenuhi etalase toko.

Bupati menyebut, perayaan ini bukan hanya soal ritual dan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi. “Ekonomi lampion dan dekorasi jalan menciptakan ekonomi visual dan kreatif,” katanya. UMKM lokal pun ikut bergerak. Sanggar barongsai lokal kebanjiran undangan tampil, dan pedagang musiman menikmati peningkatan omzet.

Saat ini, Pemkab masih berkoordinasi dengan Polres Karimun terkait rencana pesta kembang api saat malam pergantian tahun. Pawai naga masih dalam tahap pembahasan. Namun satu hal telah pasti: barongsai akan kembali meliuk, menghibur warga dari berbagai latar belakang.

Di Karimun, Imlek tak pernah menjadi milik satu komunitas. Ia adalah perayaan bersama. Dan di tahun ini, ketika lampion dan lampu masjid akan menyala hampir bersamaan, Karimun sedang menulis ulang arti harmoni.

Bukan tentang siapa yang merayakan, tapi tentang siapa yang saling menjaga.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |