Elen Marsela
Sastra | 2026-07-08 11:51:02
Ada satu adegan yang terus terngiang setelah membaca Na Willa dan Rumah dalam Gang karya Reda Gaudiamo: seorang anak perempuan, di balik kelambu gelap, diam-diam menarik-narik hidungnya sendiri, berharap suatu hari hidungnya tumbuh tajam seperti hidung Ibu Rao. Tidak ada yang tahu. Tapi justru di kegelapan kamar itulah, jauh dari pengawasan Mak dan Pak, Willa melakukan satu-satunya hal yang benar-benar ia kendalikan sendiri: keinginannya atas tubuhnya.
Novel ini ditulis dari sudut pandang seorang anak perempuan berusia sekitar tujuh tahun. Karena kepolosannya, ia menjadi pengamat yang jujur atas dunia orang dewasa di sekitarnya. Willa mencatat siapa yang memilih oleh-oleh, siapa yang menunggu izin bicara, siapa yang mendapat kursi paling nyaman di mobil. Ia tidak menghakimi, hanya merekam. Tapi dari rekaman polos itu, pembaca dewasa bisa melihat pola yang sudah dianggap lama wajar: bagaimana rumah tangga diam-diam disusun berdasarkan siapa yang laki-laki dan siapa yang perempuan.
Ambil satu contoh. Setiap Pak pulang dari perjalanan dinas, ia selalu membawa oleh-oleh: buku untuk Willa sesuai selera Pak, kain bermotif untuk Mak. Tidak pernah ada adegan keduanya diminta memilih sendiri. Begitu pula ketika keputusan besar seperti pindah ke Jakarta atau membeli motor baru diambil sepihak oleh Pak. Satu-satunya bentuk protes yang tersedia bagi Mak hanyalah tubuhnya sendiri: alis yang terkait, tangan terlipat di dada, suara yang tiba-tiba mendatar. Tak ada kalimat penolakan, tapi tubuh Mak berbicara lebih keras dari kata-kata.
Novel ini juga menunjukkan bagaimana standar tubuh perempuan diwariskan secara perlahan, nyaris tanpa disadari. Willa membekukan hidung mancung Ibu Rao, lalu diam-diam berusaha mengubah wujudnya sendiri. Mak dan Mbok menjelaskan dengan sabar bahwa hidung Willa akan tumbuh mengikuti garis keturunan. Penjelasannya terdengar menenangkan, tapi sebenarnya menyatakan hal yang sama: kecantikan sudah punya standar, dan tubuh perempuan, kurus apa pun usianya, selalu ada yang mengawasi.
Namun Na Willa bukan sekadar potret kepasrahan. Ada momen kecil di mana perempuan dalam novel ini merebut kembali kendali. Willa yang terpukau pada perempuan akrobat sirkus, tubuh yang menguasai ruang dan gravitasi dengan caranya sendiri. Boneka beruang pemberian Tante Lan, satu-satunya benda dalam novel ini yang datang dari perempuan untuk perempuan, tanpa perantaraan siapa pun. Hal-hal kecil ini menjadi celah tempat agensi perempuan tetap hidup di tengah rumah yang strukturnya sudah tersusun rapi.
Membaca novel ini hari ini terasa seperti membuka album foto keluarga sendiri. Bukan karena ceritanya sama, tapi karena pola-pola kecilnya begitu akrab: ibu yang menahan diri, anak perempuan yang belajar diam, kasih sayang yang datang berbalut kontrol. Novel ini mengingatkan kita bahwa feminisme tidak selalu berbicara melalui protes besar. Kadang-kadang ia hanya berupa jari-jari yang menarik-narik hidung sendiri di balik kelambu gelap dan usaha kecil untuk tetap memiliki kendali atas tubuh dan keinginan sendiri.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

10 hours ago
5
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528779/original/012654500_1773295183-2148501558.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529965/original/052248300_1773387981-Screenshot_2026-03-13_143501.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543643/original/041077600_1775031375-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_14.33.02__1_.jpeg)








