Warga menggunakan air lumpur untuk mencuci tangan di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, Aceh, Ahad (28/12/2025). Hingga hari 32 pascabencana banjir bandang akibat luapan sungai Tamiang kebutuhan air bersih dan sanitasi masih menjadi persoalan mendesak bagi warga da? pengungsi di kabupaten Aceh Tamiang meski Pemerintah bersama berbagai lembaga swadaya masyarakat terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.
REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG -- Tanggul sungai di Kampung (Desa) Raja, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, dilaporkan jebol sehingga membuat debit air meluap dan kembali merendam pemukiman penduduk setempat. Banjir susulan ini diperkirakan warga kiriman dari wilayah hulu sungai akibat hujan deras di pegunungan.
"Kampung kami banjir lagi akibat tanggul jebol belum diperbaiki," kata tokoh pemuda wilayah Bendahara Hilir M Daud di Aceh Tamiang, Kamis (1/12/2025).
M Daud menjelaskan insiden tanggul jebol di Kampung Raja itu terjadi pada Kamis sekitar pukul 18.00 WIB,dan pada pukul 21.00 WIB banjir semakin meluas. Titik tanggul yang jebol tersebut berada di jalan penghubung antar Kecamatan Bendahara dan Seruway. Akhirnya air sungai meluap ke jalan dan kawasan permukiman yang sebelumnya sudah porak poranda diterjang banjir bandang kembali terendam.
"Dampak tanggul jebol, Kampung Raja yang kondisinya masih banyak orang mengungsi di tenda kembali terendam banjir," ujarnya.
M Daud mengungkapkan akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu banyak titik tanggul sungai di pesisir Kecamatan Bendahara rusak dan belum sempat diperbaiki.
"Jebolnya sejumlah tanggul di pesisir Bendahara ini akibat banjir bandang November 2025, meliputi beberapa titik yaitu Kampung Raja, Lubuk Batil, dan Marlempang," katanya.
"Hari ini kami merasa cemas apabila mendapat kabar intensitas hujan lebat di wilayah hulu, maka kampung-kampung di hilir bisa terendam banjir kembali karena tanggul penahan sungai sudah pada jebol," tambah M Daud.
Terpisah dari Desa Selamat, Kecamatan Tenggulun, pada Rabu (31/12/2025) malam kemarin juga terendam banjir akibat sungai objek wisata pemandian Gunung Pandan meluap. Tetapi, berdasarkan keterangan dari Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Selamat, Suherman, menyatakan banjir tidak berlangsung lama dan surut dalam hitungan jam.
"Air masuk kampung sampai kawasan tower saja mau ke arah Gunung Pandan. Banjir akibat hujan deras di wilayah atas. Tidak ada korban dan warga mengungsi, hanya banjir lewat," kata Suherman.
sumber : Antara

3 hours ago
2









































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)





