Antrean kendaraan melintasi jalan yang tergenang air di Cawang, Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026). Curah hujan tinggi dan buruknya perawatan drainase menyebabkan genangan air merendam jalan DI Panjaitan dengan ketinggian 10-40 sentimeter.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan operasional pompa permanen (stasioner) dan pompa bergerak (mobile) di lokasi-lokasi terdampak banjir, menyusul curah hujan sangat lebat hingga ekstrem yang diprediksi masih terjadi hari ini dan beberapa waktu ke depan. Sekretaris Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Nugraharyadi mengatakan pompa bergerak dikerahkan untuk menjangkau wilayah banjir yang tidak terlayani pompa permanen.
“Pompa bergerak digunakan untuk menjangkau lokasi banjir yang tidak terlayani pompa permanen,” kata Nugraharyadi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Saat ini, Dinas SDA DKI Jakarta mengoperasikan 668 unit pompa permanen yang tersebar di 243 lokasi serta 536 unit pompa bergerak di lima wilayah administrasi Jakarta.
Selain mengoptimalkan pompa, Dinas SDA juga menyiagakan personel lapangan atau pasukan biru yang siap bergerak, termasuk untuk mengantisipasi potensi banjir rob di kawasan pesisir Jakarta.
“Terdapat kurang lebih 3.880 personel pasukan biru yang disiagakan di lapangan sebagai langkah mitigasi banjir,” ujarnya.
Serangkaian upaya mitigasi tersebut diharapkan mampu mengatasi genangan air akibat cuaca ekstrem di sejumlah kawasan terdampak. Masyarakat diimbau tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan maupun banjir.
Warga dapat memantau perkembangan Tinggi Muka Air (TMA) melalui laman https://poskobanjirdsda.jakarta.go.id, aplikasi JAKI, atau menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi kondisi darurat.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta pada 22–24 Januari 2026.
Potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi pada 22–23 Januari 2026, sedangkan hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan berlangsung pada 24 Januari 2026. Kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, seperti genangan hingga banjir di sejumlah wilayah Jakarta.
sumber : ANTARA

2 hours ago
1













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327442/original/074400200_1756181216-saus_dimsum.jpg)

