Indeks Keyakinan Konsumen Merosot pada Mei, BI: Ekspektasi Ekonomi Tetap Kuat

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyampaikan hasil Survei Konsumen BI pada Mei 2026 yang menunjukkan penurunan indeks keyakinan konsumen. Tercatat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2026 berada di angka 120,9, lebih rendah dibandingkan posisi IKK pada bulan sebelumnya yang sebesar 123.

"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Mei 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari IKK Mei 2026 yang berada pada level optimistis (indeks >100) sebesar 120,9," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Denny menuturkan kondisi keyakinan konsumen pada Mei 2026 didukung oleh Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tercatat sebesar 129,7, lebih tinggi dibandingkan indeks bulan sebelumnya sebesar 129,6. Sementara itu, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tetap berada pada level optimistis sebesar 112,2, meski lebih rendah dibandingkan indeks bulan sebelumnya yang sebesar 116,5.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Mei 2026 tetap berada pada level optimistis di seluruh kelompok pengeluaran, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta sebesar 124,6. Adapun berdasarkan usia, IKK juga tetap berada pada level optimistis di seluruh kelompok usia, dengan IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun sebesar 129,1.

Lebih lanjut, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dinilai tetap kuat, tecermin dari IKE Mei 2026 sebesar 112,2 atau berada pada level optimistis (indeks >100), meski lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 116,5.

Angka IKE pada Mei 2026 ditopang oleh Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (durable goods) (IPDG) yang tercatat masing-masing sebesar 123,2, 105,0, dan 108,3. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 128,1, 108,8, dan 112,6.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen terhadap penghasilan saat ini tetap kuat pada seluruh kelompok, dengan indeks tertinggi sebesar 129,7 pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta. Dari sisi usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun meski menurun menjadi 132,1.

Selanjutnya, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini berada pada level optimistis (indeks >100) pada seluruh tingkat pendidikan, dengan indeks tertinggi pada responden berpendidikan sarjana sebesar 117,3. Berdasarkan kelompok usia, IKLK berada pada zona optimistis pada sebagian besar kelompok usia, sedangkan kelompok usia 41-60 tahun berada pada zona pesimistis.

Dari sisi pengeluaran, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (durable goods) berada pada level optimistis pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan indeks tertinggi pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta meski mengalami penurunan menjadi 113,2. Berdasarkan kelompok usia, indeks tertinggi tercatat pada kelompok usia 20-30 tahun sebesar 117,1.

Selanjutnya, hasil survei menunjukkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diperkirakan sedikit meningkat. Hal ini tecermin dari IEK Mei 2026 sebesar 129,7, sedikit lebih tinggi dibandingkan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 129,6.

Peningkatan IEK bersumber dari optimisme terhadap ekspektasi ketersediaan lapangan kerja dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 128,1 dan 124,5, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 127,7 dan 124,1. Sementara itu, ekspektasi penghasilan tercatat pada level optimistis sebesar 136,5, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 136,9.

Persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan berada pada level optimistis pada seluruh kelompok pengeluaran, dengan indeks tertinggi pada kelompok pengeluaran di atas Rp 5 juta sebesar 138,2. Berdasarkan kelompok usia, kelompok usia 20-30 tahun (142,6), 31-40 tahun (140,4), dan 41-50 tahun (135,9) mengalami peningkatan indeks, sedangkan kelompok lainnya mencatat penurunan.

Selanjutnya, perkiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang berada pada level optimistis pada seluruh tingkat pendidikan, dengan mayoritas kelompok mengalami peningkatan indeks dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja tercatat meningkat pada kelompok usia 31-40 tahun, 41-50 tahun, dan di atas 60 tahun dengan masing-masing indeks sebesar 129,6, 126,7, dan 119,3.

Adapun ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan tercatat meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 1-2 juta, Rp 2,1-3 juta, dan di atas Rp 5 juta dengan masing-masing indeks sebesar 113,2, 119,1, dan 130,4. Berdasarkan kelompok usia, mayoritas kelompok mengalami peningkatan.

Read Entire Article
Food |