Indonesia Dikepung Ribuan Titik Panas

3 hours ago 7

Kabut asap menyelimuti kawasan Pasar Banto Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (29/9/2023). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar mengingatkan kualitas udara di provinsi itu menurun dengan tingkat kualitas udara sedang karena berdasarkan pantauan aplikasi Sipongi ada belasan titik panas di Sumbar terutama di kabupaten/kota yang berbatasan dengan provinsi tetangga seperti Riau, Jambi, dan Bengkulu.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Setidaknya lebih dari 2.000 titik panas terdeteksi di seluruh Indonesia. Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Provinsi Riau mendeteksi total 733 titik panas (hot spot) di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data pada pukul 16.00 WIB, Jumat (21/8/2026).

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengungkapkan bahwa sebaran titik panas ini tersebar di sembilan provinsi, dengan lonjakan tertinggi terdeteksi di Sumatera Selatan yang mencapai 377 titik.

"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Bangka Belitung dengan 100 titik dan Lampung dengan 98 titik, disusul oleh Riau 69 titik, Jambi 53 titik, Kepulauan Riau 17 titik, Bengkulu 14 titik, Sumatera Barat 4 titik, dan Sumatera Utara 1 titik," katanya.

Sementara itu Provinsi Riau ikut 69 titik panas yang tersebar di delapan wilayah kabupaten. Kabupaten Pelalawan menjadi area paling krusial di Riau dengan temuan 56 titik panas, diikuti oleh Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 4 titik, dan Kabupaten Kampar 3 titik.

Selebihnya terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 2 titik, serta Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hulu yang masing-masing mencatatkan 1 titik panas.

Dalam beberapa hari terakhir menurut Manggala Agni kebakaran lahan di Riau sudah menghanguskan 700 hektar lebih. Terbanyak di Kabupaten Inderagiri Hulu seluas 434 ha dan Pelalawan 300 ha.

Selain dua daerah tersebut Manggala Agni juga menangani sejumlah kebakaran lahan di Provinsi Riau. Di antaranya Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.

"Untuk Wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan. Untuk Sumsel saat ini juga sudah hampir 15 hari di-BKO-kan juga Manggala Agni dari Jambi," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Food |