REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Potensi peternakan ayam dan budidaya ikan air tawar di Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dikembangkan menjadi sumber pendapatan bernilai tambah bagi keluarga. Dosen Universitas Yatsi Madani mendampingi Kelompok RISDANA (Rezeki Bunda Kedaung) mengembangkan usaha tersebut melalui pengelolaan terpadu, mulai dari produksi, pengolahan, pengemasan hingga pemasaran.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tahun Pendanaan 2026 dengan tema “Rantai Nilai Penguatan Ekonomi Kreatif Keluarga melalui Pengelolaan Terpadu Peternakan Ayam dan Ikan pada Kelompok RISDANA di Kelurahan Kutajaya Tangerang”.
Ketua pelaksana PKM, Mohamad Yamin, mengatakan program tersebut berangkat dari potensi yang sudah dimiliki masyarakat. Namun, hasil peternakan ayam dan budidaya ikan selama ini masih banyak dipasarkan dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonomi yang diterima masyarakat belum maksimal.
“Kami melihat masyarakat sudah memiliki potensi peternakan ayam dan budidaya ikan, tetapi hasilnya masih banyak dijual dalam bentuk mentah. Karena itu, pendampingan ini kami arahkan agar potensi tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi sekaligus membuka peluang usaha bagi keluarga,” ujar Yamin dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026).
Melalui program tersebut, ayam dan ikan mulai dikembangkan menjadi berbagai produk olahan seperti nugget, fillet, dan frozen food. Pengembangan produk dilakukan untuk memperpanjang rantai nilai sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Penguatan usaha tidak hanya dilakukan melalui pemberian peralatan, tetapi juga peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola seluruh proses bisnis.
“Kami ingin membangun model usaha yang menghubungkan produksi, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran. Dengan begitu, kegiatan ekonomi tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi dapat menciptakan nilai tambah yang kembali ke keluarga dan kelompok usaha,” kata Yamin.
Dalam program tersebut, kelompok bapak diarahkan memperkuat produksi ayam dan ikan. Sementara itu, kelompok ibu yang tergabung dalam RISDANA mengambil peran lebih besar dalam pengolahan dan pemasaran produk.
Untuk menunjang kegiatan produksi, mitra mendapatkan sejumlah teknologi tepat guna, seperti chest freezer, vacuum sealer, electric meat grinder, printer barcode, kompor gas industri, serta meja sink dan rak stainless steel. Peralatan tersebut digunakan untuk pengolahan, penyimpanan, pengemasan, identifikasi produk, serta menjaga kebersihan produksi.
Selain dukungan peralatan, mitra mendapatkan pelatihan branding, desain kemasan, creative thinking, manajemen usaha, pembukuan sederhana, serta pemasaran digital melalui berbagai platform marketplace.
Yamin mengatakan, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi kunci agar pengembangan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Peralatan menjadi pendukung, tetapi yang paling penting adalah kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha. Kami ingin kelompok memiliki keterampilan produksi, pengelolaan keuangan, pengemasan, branding, dan pemasaran sehingga usaha dapat berkembang secara mandiri,” ujarnya.
Program tersebut menargetkan lahirnya sedikitnya tiga varian produk olahan ayam dan ikan, terbentuknya tim usaha keluarga, tersedianya standar operasional prosedur (SOP) produksi, serta meningkatnya kemampuan mitra dalam mengelola dan memasarkan produk.
Mitra kegiatan, RISDANA (Rezeki Bunda Kedaung), merupakan kelompok ibu-ibu rumah tangga yang dipimpin Lusy Rizky Dwi Wulansari. Kelompok tersebut berada di Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, dengan fokus pengembangan pada aspek produksi dan pemasaran.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan oleh tim Universitas Yatsi Madani yang terdiri atas Mohamad Yamin sebagai ketua pelaksana, bersama Eka Uliyanti Putri BR Bangun dan Irfan Maulana. Proses pendampingan juga melibatkan mahasiswa Khairan Ramadhan dan Cahya Kamila.
Yamin berharap pengembangan tersebut dapat mempertemukan potensi lokal, keterampilan masyarakat, dan teknologi sederhana sehingga menghasilkan rantai ekonomi baru yang memberi manfaat langsung bagi keluarga.
“Harapannya, potensi yang sudah ada di masyarakat dapat berkembang menjadi usaha yang lebih produktif. Dari kandang dan kolam, kemudian masuk ke proses pengolahan, dikemas dengan baik, dan dipasarkan lebih luas. Dengan model ini, kami berharap ekonomi keluarga dapat tumbuh melalui usaha yang dikelola bersama,” tutur Yamin.
Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

6 hours ago
10













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)