REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri petrokimia dituntut memenuhi standar mutu, lingkungan, dan keselamatan kerja yang semakin ketat seiring meningkatnya kebutuhan bahan baku industri nasional. Penerapan standar internasional dinilai menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing dan keandalan operasional perusahaan di sektor tersebut.
PT LOTTE Chemical Indonesia (LCI), misalnya, memperoleh sertifikasi Integrated Management System (IMS) dari British Standards Institution (BSI) Group Indonesia yang mencakup ISO 9001:2015 untuk Sistem Manajemen Mutu, ISO 14001:2015 untuk Sistem Manajemen Lingkungan, serta ISO 45001:2018 untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sertifikat tersebut terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan United Kingdom Accreditation Service (UKAS).
Sertifikasi diperoleh setelah perusahaan menjalani audit dua tahap yang mencakup evaluasi dokumentasi, efektivitas implementasi prosedur, serta kesesuaian penerapan sistem manajemen dalam pengelolaan mutu produk, kepatuhan lingkungan, dan keselamatan kerja. Audit dilakukan secara terintegrasi dengan ruang lingkup mencakup site office dan head office untuk kegiatan manufaktur produk petrokimia.
Presiden Direktur PT LOTTE Chemical Indonesia Yim Dong Hee mengatakan, sertifikasi tersebut mencerminkan penguatan sistem dan budaya kerja perusahaan yang mengacu pada standar internasional.
“Perolehan sertifikasi ini merupakan bukti bahwa sistem dan budaya kerja LCI terus diperkuat sesuai standar yang diakui secara internasional. Kami berkomitmen menjadikan pencapaian ini sebagai fondasi untuk terus mendukung pertumbuhan industri petrokimia nasional yang lebih andal dan berdaya saing,” ujar Yim dalam siaran pers, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, penerapan tiga standar ISO tersebut memastikan proses operasional berjalan lebih konsisten, terukur, dan terdokumentasi, mulai dari pengendalian kualitas produk, pengelolaan dampak lingkungan, hingga perlindungan keselamatan tenaga kerja.
Yim menambahkan, perusahaan akan terus menjalankan audit pengawasan secara berkala dan perbaikan berkelanjutan untuk menjaga efektivitas sistem manajemen yang telah diterapkan.
“Sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian administratif. Ke depan, kami akan terus memastikan implementasi sistem manajemen berjalan secara konsisten melalui audit pengawasan berkala dan perbaikan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai produsen petrokimia, produk LCI digunakan sebagai bahan baku berbagai sektor industri, mulai dari plastik, kemasan, kesehatan, tekstil, hingga komponen otomotif. Dengan kapasitas produksi etilena mencapai 1 juta ton per tahun dan propilena 520 ribu ton per tahun, perusahaan menjadi salah satu pemasok penting dalam rantai pasok industri manufaktur nasional.
Perusahaan menilai penerapan standar mutu, lingkungan, dan keselamatan kerja yang diakui secara internasional menjadi salah satu fondasi untuk mendukung pengembangan industri petrokimia yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.

3 hours ago
4
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509281/original/071189200_1771674324-pexels-cottonbro-5712686.jpg)




