Inflasi Maret 2026 Capai 3,48 Persen, Dipengaruhi Diskon Listrik Tahun Lalu

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Laju inflasi tahunan pada Maret 2026 tercatat meningkat menjadi 3,48 persen. Namun, kenaikan ini tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang tinggi, melainkan dipengaruhi faktor perbandingan dengan tahun sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan, inflasi tahunan yang lebih tinggi terjadi antara lain karena adanya efek basis rendah (low-base effect) pada 2025. Pada periode tersebut, pemerintah memberikan diskon tarif listrik yang menekan tingkat harga.

“Inflasi tahunan Maret 2026 salah satunya dipengaruhi masih adanya sedikit pengaruh low-base effect,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam jumpa pers Berita Resmi Statistik, Rabu (1/4/2026).

Menurut BPS, pada awal 2025 kebijakan diskon tarif listrik membuat indeks harga berada di bawah tren normal. Meski tarif listrik prabayar kembali normal pada Maret 2025, diskon untuk pelanggan pascabayar masih berlanjut sehingga menahan inflasi pada periode tersebut.

Kondisi itu membuat inflasi tahunan pada 2026 terlihat lebih tinggi, meskipun secara umum pergerakan harga masih sejalan dengan tren fundamental. Dari sisi kelompok pengeluaran, inflasi tahunan terbesar tercatat pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 7,24 persen dengan andil 1,08 persen.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,34 persen dengan andil 0,99 persen terhadap inflasi umum.

Di sisi lain, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,03 persen. Secara wilayah, seluruh provinsi tercatat mengalami inflasi tahunan. Inflasi tertinggi terjadi di Aceh sebesar 5,31 persen, sedangkan yang terendah di Lampung sebesar 1,16 persen.

BPS menilai, meskipun inflasi tahunan meningkat, kondisi ini perlu dilihat secara hati-hati karena dipengaruhi faktor perbandingan. Secara umum, tekanan harga dinilai masih terkendali dan tidak menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Read Entire Article
Food |