Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, berencana kembali mengonsolidasikan hotel-hotel milik BUMN ke dalam InJourney Hospitality. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney, berencana kembali mengonsolidasikan hotel-hotel milik BUMN ke dalam InJourney Hospitality. Direktur Utama InJourney Maya Watono menargetkan sebanyak 106 hotel akan tergabung dalam InJourney Group pada tahun ini.
“Sekarang InJourney mengelola 39 hotel. Tahun ini akan kami konsolidasikan menjadi 106 hotel,” ujar Maya saat konferensi pers bertajuk “4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia” di kantor InJourney, Gedung Sarinah, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Maya menyampaikan proses konsolidasi hotel-hotel BUMN tersebut tengah memasuki tahap corporate action dengan arahan dari pemegang saham, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Namun, ia belum merinci model konsolidasi yang akan diterapkan karena masih dalam tahap kajian.
“Nanti akan kami sampaikan dalam beberapa bulan ke depan,” kata Maya.
Menurut Maya, konsolidasi ini bertujuan untuk membenahi tata kelola bisnis BUMN sekaligus mengembalikan fokus masing-masing entitas sesuai dengan core business-nya.
“Bandara dikelola sesuai core business sebagai pengelola bandara, hotel juga fokus pada bisnis perhotelan. Semua kami kembalikan ke core business masing-masing,” ujarnya.
Dengan penataan tersebut, lanjut Maya, hotel-hotel BUMN diharapkan dapat lebih fokus mengembangkan bisnis secara fundamental dan berkelanjutan. Selain itu, konsolidasi diyakini mampu memperkuat ekosistem sektor pariwisata nasional.
“Kami harus membangun fondasi yang kuat agar BUMN di bawah InJourney bisa menjadi perusahaan yang berdaya saing global, berkelanjutan, dan kuat secara bisnis,” kata Maya.

2 hours ago
2













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327442/original/074400200_1756181216-saus_dimsum.jpg)