IPOT Perluas Akses Investor Ritel ke IPO Saham

9 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Akses investor ritel untuk mengikuti penawaran saham perdana atau IPO semakin terbuka melalui aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas. Platform ini memungkinkan pemesanan saham dilakukan terintegrasi dalam satu aplikasi.

IPOT menghadirkan sejumlah fitur, mulai dari sistem pengembalian dana yang cepat hingga tampilan saham di portofolio sebelum hari pencatatan. Aplikasi ini juga dilengkapi indikator real-time untuk membantu investor memantau pergerakan saham sejak hari pertama perdagangan.

Chief Marketing Officer PT Indo Premier Sekuritas Sergio Ticoalu mengatakan, minat investor ritel terhadap IPO terus meningkat. “Kami ingin memastikan akses yang lebih inklusif, cepat, dan berbasis teknologi agar investor dapat mengambil keputusan investasi secara lebih tepat,” kata Sergio dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).

Melalui IPOT, proses pemesanan saham IPO dilakukan secara terintegrasi, mulai dari registrasi akun, pengisian dana RDN, hingga pemesanan melalui fitur e-IPO. Sistem ini mempermudah proses dan meningkatkan kenyamanan investor ritel.

“Fitur indikator real-time menjadi diferensiasi penting, terutama untuk saham IPO yang belum memiliki data historis,” kata Sergio.

IPOT juga dapat digunakan untuk mengikuti IPO PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode saham WBSA. Perusahaan ini berencana melepas 1,8 miliar saham atau 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Kisaran harga penawaran berada di Rp150 hingga Rp170 per saham dengan potensi perolehan dana hingga Rp306 miliar. Masa penawaran umum berlangsung pada 1–8 April 2026 dan pencatatan saham dijadwalkan pada 10 April 2026 di Bursa Efek Indonesia.

WBSA bergerak di sektor logistik dengan layanan end-to-end, termasuk transportasi darat, freight forwarding, pergudangan, hingga inland logistics terminal. Perusahaan ini mencatat total aset Rp1,15 triliun dan laba bersih Rp24,39 miliar per September 2025.

Melalui IPOT, investor juga dapat memantau status penjatahan secara real-time. Investor tetap perlu memperhatikan batas maksimal pemesanan sebesar 10 persen dari total nilai IPO atau Rp30,6 miliar per SID serta memastikan ketersediaan dana dengan prinsip “No Funds, No Order”.

Dari sisi penggunaan dana, WBSA akan mengalokasikan hasil IPO untuk ekspansi, termasuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik guna memperkuat lini bisnis angkutan laut.

“Kami mendorong investor memanfaatkan momentum IPO ini dengan strategi yang matang dan berbasis informasi. IPOT hadir sebagai mitra investasi, baik bagi pemula maupun profesional,” kata Sergio.

Read Entire Article
Food |