REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Yohanes Aria Bima Triastoto telah ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Kota Surakarta periode 2025-2030. Dia mengatakan, salah satu misi awal yang akan dilaksanakannya sebagai ketua adalah mengembalikan kepercayaan publik kepada partai politik (parpol).
"Saat ini, hasil survei, partai politik ada di titik nadir, institusi yang tidak disukai masyarakat. PDI Perjuangan Kota Surakarta akan bekerja sama dengan partai-partai lain untuk mengembalikan trust, kepercayaan," kata Aria ketika diwawancara seusai penetapannya sebagai Ketua DPC PDIP Surakarta di Kantor DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Selasa (30/12/2025).
Dia kemudian menyinggung tentang gelombang demonstrasi massa yang terjadi di sejumlah daerah pada akhir Agustus 2025 lalu. Menurutnya, hal itu mencerminkan ketidakpuasan publik terhadap parpol.
"PDI Perjuangan akan bekerja aktif, bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap partai politik ini kita pulihkan setelah peristiwa 25, 26, 27, 28 Agustus kemarin. Ini target pertama yang harus kita lakukan," ujar Aria.
Aria menilai, memulihkan kepercayaan publik penting dilakukan. "Karena kita tidak ingin (terjadi) set back. Ketidakpercayaan partai politik adalah ketidakpercayaan demokrasi, dan ini juga menjadi bagian keprihatinan partai-partai lain," ucapnya.
"Kolaborasi menjadi penting antara PDI Perjuangan dengan partai-partai politik di Kota Solo untuk mengembalikan kepercayaan rakyat terhadap partai politik sebagai artikulator dan agregator kepentingan rakyat. Apalagi Solo ini episentrum politik nasional," tambah Aria.
Penetapan Aria sebagai Ketua DPC PDIP Surakarta seharusnya dilakukan pada Konfercab PDIP se-Jateng yang digelar di Hotel Patra, Kota Semarang, Ahad (28/12/2025) lalu. Namun dalam Konfercab, Aria selaku ketua formatur untuk DPC PDIP Surakarta mengajukan permintaan skors.
"Saya sebagai ketua formatur menyampaikan permintaan kepada pimpinan sidang formatur, untuk Kota Solo, masih perlu berembuk dulu untuk menentukan format kepengurusan," kata Aria.
Setelah berembuk, ditetapkan 21 orang dalam struktur kepengurusan DPC PDIP Surakarta. "Akhirnya formatnya sudah bisa diputuskan dan disetujui oleh sidang hari ini. Untuk ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta adalah saya, Aria Bima," ujar Aria yang kini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI.
Mantan ketua DPC PDIP Surakarta sebelumnya, FX Hadi Rudyatmo atau akrab disapa FX Rudy, tak masuk dalam jajaran pengurus baru. FX Rudy diketahui sudah 25 tahun menahkodai DPC PDIP Surakarta.
Aria mengaku sudah menjalin komunikasi dengan FX Rudy. "Pak Rudy itu sudah tidak lagi sebagai satu hal yang butuh formalism. Semangat, dedikasi, ketulusan, keikhlasan, pengorbanan Pak Rudy itu sudah terinstitusionalisasi dari pengurus DPC, PAC, dan ranting, dan saya menyaksikan betul," ucapnya.
Menurut Aria, sosok FX Rudy sudah melekat pada kader-kader PDIP di Surakarta. "Jadi resources utama yang saat ini ada di pengurus DPC (PDIP Surakarta) juga orang-orang yang dulu pernah dipercaya oleh Pak Rudy," ujarnya.
Dia memastikan, DPC PDIP Surakarta akan solid selama lima tahun ke depan. "Narasi besarnya kita sepakat menjadikan PDI Perjuangan di Kota Surakarta untuk menjawab tantangan dan ancaman-ancaman; partai modern yang tidak kehilangan roh ideologisnya," kata Aria.

1 week ago
6














































